Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

Antisipasi Wisatawan Ke Raja Ampat, Bandara Marinda Terus Berbenah

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Senin, 23 November 2015
Jumlah Dilihat: 899 kali

RAJA AMPAT – Bandara Marinda di Kabupaten Raja Ampat terus berbenah untuk mengantisipasi pertumbuhan arus wisatawan lokal dan internasional ke wisata laut Raja Ampat. Salah satu yang dilakukan adalah perpanjangan dan pelebaran bandasan pacu (runway) bandara.

Maskapai penerbangan BUMN, Garuda Indonesia sudah melakukan survei sebanyak dua kali. Hasil kajiannya adalah Bandara Marinda harus menambah panjang dan lebar runway.

"Rencananya akan dilakukan pemotongan bukit yang ada di bagian utara dan barat landasan," kata Kepala Unit Pelaksana Bandar Udata (UPBU) Marinda, Uspin Azmawit, Sabtu (21/11).

Bandara Marinda diresmikan oleh Menteri Perhubungan E. E. Mangindaan pada 9 Mei 2012. Bandara ini memiliki landasan pacu dengan panjang 1.200 meter dengan lebar 30 meter. Memiliki 1 apron dengan luas 80 meter kali 60 meter dan satu terminal dengan luas 120 meter.

Awal pembangunan bandara ini dilakukan pada tahun 2007 atau 5 tahun setelah Raja Ampat menjadi kabupaten pemekaran. Pada tahun 2010 sudah ada landasan pacu dengan panjang 800 meter dengan lebar 18 meter yang dibiayai oleh dana APBD. Pada tahun 2012 landasan pacu diperpanjang dan diperlebar menjadi 1.200 meter di kali 30 meter dengan dana APBN.

Pada 19 Desember 2014, bandara yang semula dikelola oleh Satuan Kerja (Satker) berubah menjadi UPBU. Karena mengejar Sail Raja Ampat yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pejabat negara lainnya, landasan kembali dikembangkan menjadi 1.400 meter. Apron pun diperluas menjadi 90 meter kali 75 meter dengan menggunakan dana APBN. Selain itu juga dibangun gedung untuk power house, genset dengan kapasitas 150 Kwh, gedung dan mobil pemadam kebakaran.

"Bulan November ini akan ada tambahan 1 unit mobil pemadam kebakaran dan 1 unit x-ray," kata Uspin.

Kembali menjawab keinginan Garuda Indonesia yang akan terbang membawa penumpang dari Manado ke Raja Ampat, Uspin mengungkapkan, pada tahun 2016 landasan akan diperpanjang ke arah utara dan memperlebar ke arah arat dan dua-duanya akan memotong bukit.

"Pemda Raja Ampat dan Pemda Provinsi Irian Barat telah menyatakan kesanggupannya untuk membantu pemotongan bukit," kata Uspin.

Saat ini Bandara Marinda yang beroperasi mulai pukul 08.00 WIT hingga 14.00 WIT hanya diterbangi oleh Susi Air yang merupakan penerbangan perintis. Awalnya Susi Air yang menggunakan pesawat Grand Caravan hanya terbang seminggu tiga kali. Tapi sejak November kemarin penerbangannya dari Sorong-Marinda-Kabare menjadi enam kali seminggu, kecuali hari minggu. Dengan jumlah penumpang yang naik dari Marinda rata-rata 12 sampai 15 orang setiap harinya.

Jika kawasan air side sudah dibenahi, baik itu pemagaran, pemasangan x-ray, pemasangan lampu di landasan dan perpanjangan landasan diyakini akan banyak maskapai yang masuk membawa turis asing dan lokal dari Sorong, Manado dan Ambon. Karena jarak perjalanan yang hanya sekitar 2 jam perjalanan saja. (JO)