Direktorat Jenderal Perkeretaapian

Bangun Rel di Luar Jawa, Butuh Anggaran Rp 105,6 Triliun

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Selasa, 26 Mei 2015
Jumlah Dilihat: 1680 kali

Tanjung Pandan -- Pemerintah merencanakan pembangunan jalur kereta api di empat pulau selain Jawa dalam lima tahun ke depan. Proyek jalur kereta api sepanjang hampir 3.000 kilometer itu diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 105,6 triliun.

Hal tersebut tertuang dalam Rencana Strategis Perkeretaapian 2015 – 2019 yang disusun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen KA) Kementerian Perhubungan.

“Kereta api sebagai moda transportasi yang murah, aman, dan ramah lingkungan perlu dikembangkan tidak hanya di Pulau Jawa saja namun juga di pulau-pulau besar lainnya di Indonesia,” kata Sekretaris Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Imran Rasyid saat berbicara dalam Lokakarya Wartawan Kementerian Perhubungan yang bertemakan “Menata Transportasi Demi Meningkatkan Daya Saing”, di Pendopo Kabupaten Belitung,Kamis-Sabtu,(21-23/5).

Imran menjelaskan saat ini jalur kereta api hanya tersedia di Pulau Jawa dan Sumatra. Dari 6.324 km jalur KA yang tersedia di Pulau Jawa, tercatat hanya 3.600 km yang beroperasi. Sedangkan di Sumatera, jalur kereta api yang aktif sepanjang 1.369 km dari total 1.835 km yang tersedia.

Dalam jangka waktu lima tahun, lanjut dia, Ditjen KA akan mempercepat pembangunan jalur kereta api di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Di Pulau Sumatera, rencananya pemerintah akan mempercepat pembangunan jalur kereta yang menghubungkan Sumatera Utara, Sumatra Barat dan Sumatera Selatan, serta melanjutkan pembangunan jalan kereta api di Aceh, khususnya yang menghubungkan Lhokseumawe -Bireun. Untuk mewujudkannya, Ditjen KA akan mengaktifkan kembali jalur sepanjang 111 km serta membangun jalur baru sepanjang 1.399 km dan jalur ganda sepanjang 80 km.

Sementara itu di Sulawesi, pemerintah akan mempercepat pembangunan jalur kereta api trans Sulawesi melalui pengembangan jalur kereta api baru sepanjang 1.772 km di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Selanjutnya, Pulau Kalimantan juga akan terjamah akses kereta api melalui pembangunan jalur baru Trans Kalimantan sepanjang 2.428 km yang menghubungkan Kalimantan Timur, Kalimatan Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Kalimantan Barat.

Terakhir, pemerintah akan mempercepat pembangunan jalur kereta api trans Papua melalui pengembangan jaringan kereta api baru sepanjang 390 km di Papua Barat.

Imran memperkirakan kebutuhan biaya untuk mempercepat pembangunan jalur kereta api di luar pulau Jawa akan menelan setidaknya Rp 105,6 triliun, yang keseluruhannya berasal dari anggaran pemerintah.

“Pengembangan perkeretapian di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dan Papua yang diharapkan dapat diselesaikan dalam lima tahun ke depan memerlukan dukungan semua pihak, baik instansi pusat dan daerah,” ujarnya.

Berikut Rincian Kebutuhan Biaya Percepatan Pembangunan Jalur Kereta Api (KA) di Luar Pulau Jawa 2005 -2019: Jalur KA Trans Sumatra sebesar Rp 41,12 triliun, Jalur KA Trans Sulawesi sebesar Rp 31,25 triliun, Jalur KA Trans Kalimantansebesar Rp 22,9 triliun, Jalur KA Trans Papua sebesar Rp 10,33 triliun.

Tentang kemungkinan program pembangunan jalur kereta api di pulau Belitung, Imran mengatakan hal itu tergantung kebutuhan. Sebab program itu bisa saja dilakukan bila hasil studi dan kondisi obyektif membutuhkan jalur KA, yang dalam prakteknya nanti bisa berupa monorel, LRT atau Subway." Saat ini yang sudah ada MoU-nya baru di kota Batam," jelas dia. (BUN)