Direktorat Jenderal Perkeretaapian

JALUR KA SEI MANGKE-KUALA TANJUNG MEMASUKI TAHAP PEMASANGAN REL

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Minggu, 06 Mei 2012
Jumlah Dilihat: 3116 kali

(Medan, 5/5/2012) Pembangunan jalur kereta api dari kawasan industri Sei Mangke menuju Kuala Tanjung, Sumatera Utara telah memasuki tahap pemasangan rel, meski baru beberapa kilometer. Pembangunan jalur kereta ini seiring dengan pengembangan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan CPO. 

Sesditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Nugroho Indrio kepada www.dephub.go.id di Medan pekan lalu menjelaskan,  jalur kereta api Sei Mangkei-Kuala Tanjung sepanjang 30 kilometer ditargetkan selesai pada akhir 2013 mendatang dan beroperasi di awal tahun 2014 dengan investasi Rp 25 miliar per kilometer.
 
Sebagaimana diketahui, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tunjung Indrawan telah menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan pihak Otorita Asahan dan Pemerintah Kabupaten Batubara untuk pembangunan prasarana perkeretaapian lintas Bandar Tinggi-Kuala Tanjung akhir tahun 2011 lalu.
 
Pengerjaan infrastruktur pendukung transportasi Kereta Api Sei Mangkei-Kuala Tanjung sangatlah dibutuhkan untuk mengangkut hasil perkebunan PT Perkebunan Nusantara III dari kawasan Industri Sei Mangkei ke Pelabuhan Bebas Kuala Tanjung yang volumenya bisa mencapai 1,5 juta ton.
 
Berdasarkan data dari PT Perkebunan Nusantara III, pengangkutan crude palm oil (CPO) pada 2013 sebanyak 900.000 ton. Setelah beroperasinya jalur kereta api secara keseluruhan ditargetkan akan bisa mengangkut 1,5 juta ton CPO. Karena daya angkut kereta api lebih besar daripada menggunakan truk-truk sebagaimana yang selama ini dilakukan.
 
Selain mengangkut CPO, jalur ini juga dapat digunakan untuk mengangkut komoditi lain seperti komoditas karet yang dihasilkan oleh PTPN 3 di kawasan Sei Mangkei Kabupaten Simalungun maupun komoditas hasil industri lain yang beroperasi di kawasan industri Sei Mangke. Untuk diketahui, PTPN 3 mengembangkan kawasan industri senilai Rp 6,8 triliun guna mengintegrasikan industri hulu dan hilir kelapa sawit. 
 
Kawasan industri ini yang diperkirakan akan menyedot dana hingga Rp 5,7 triliun nantinya tidak hanya diisi oleh pabrik-pabrik milik PT Perkebunan Nusantara III tetapi juga perusahaan-perusahaan lain seperti PT Perkebunan Nusantara IV atau investor swasta yang ingin membangun pabrik pengolahan kelapa sawit.
 
Menurut Nugroho, pembangunan jalur kereta api ini merupakan bagian dari total jalur kereta api untuk kluster industri Sei Mangke-Kuala Tanjung sepanjang 42,124 km. Kereta api merupakan transportasi massa menuju maupun keluar kluster industri.  Dari sisi anggaran tidak ada masalah, selebihnya menjadi kewajiban pemerintah daerah setempat untuk melakukan pembebasan tanah agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana.
 
''Proses pembangunan jalur kereta api menuju pelabuhan Kuala Tanjung dalam rangka mendukung program Master Plan Pengembangan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3I). Jalur kereta api ini sangat strategis untuk mendukung pembangunan Sumut,'' kata Nugroho.
 
Dengan dibangunnya jalur kereta ini, selain tidak mengganggu jalur truk yang selama ini beroperasi juga jalurnya lebih pendek dan komoditas yang diangkut lebih banyak. Sehingga biayanya juga menjadi lebih murah.
 
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) selaku pengelola 26 pelabuhan di Propinsi Sumatera Utara (Sumut), Aceh, Riau dan Kepulauan Riau telah menyiapkan dana sedikitnya Rp 567,5 miliar untuk membangun Pelabuhan CPO di Kuala Tanjung Kabupaten Batubara.
 
Selain untuk mendukung klaster industri Sei Mangkei, pembangunan Pelabuhan CPO di Kuala Tanjung juga sebagai komplementer bagi Pelabuhan Belawan yang diperkirakan bakal over capacity memasuki tahun 2013. 
 
Pelabuhan dermaga CPO seluas 25 hektar untuk tahap pertama ini berada di sebelah kiri pelabuhan yang dikelola Pelindo I sekarang ini. Posisi dermaga CPO yang akan dibangun menjorok sejauh 2,3 km arah ke laut dan aktivitas bongkar muat dilakukan menggunakan loading point (sistem pompa melalui pipa). Pada posisi itulah kedalaman alur mencapai 14 meter agar bisa menampung kapal tanker berbadan besar. Sedangkan kedalamam alur di Pelabuhan Belawan hanya sekitar 10 meter.
 
Fasilitas pendukung yang dibangun di pelabuhan itu, antara lain dermaga & dolphin berth, trestle dudukan pipa atau cat walk 2.300 meter, instalasi pipa 24 jalur, tangki timbun 12 unit, masing-masing berkapasitas 8.000 ton. 
 
''Mengingat pentingnya kereta api sebagai pengangkut hasil komoditi industri, maka pemerintah menjadikan proyek ini sebagai prioritas.Selain untuk merealisasikan program MP3EI dikoridor ini,'' ujar Nugroho. (JO)