Atase Perhubungan Belanda

Networking in the event of ITF Summit 2018, in Leipzig Germany


Dipublikasikan: Rabu, 06 Juni 2018
Jumlah Dilihat: 641 kali

Ketika menghadiri ITF Summit 2018 tanggal 23-25 Mei 2018 di Leipzig, Jerman, Atase Perhubungan KBRI Den Haag di samping mengikuti agenda meeting juga berkesempatan melakukan networking dan berdiskusi dengan berbagai pihak untuk mencari peluang kerjasama dan kemungkinan bantuan assistensi dari lembaga dan institusi pendidikan dari berbagai negara Eropa. Berikut beberapa hasil networking :

    1.Ms. Sharon Masterson, Manager, cooperation pertnership board, ITF

    Karena sudah saling kenal karena pernah bertemu pada berbagai kesempatan meeting sebelumnya kami langsung berdialog tentang berbagai hal. Salah satu hal yang disampaikan oleh Sharon adalah pentingnya indonesia sebagai negara besar dengan komplikasi permasalahan transportasi untuk menjadi anggota International Transport Forum (ITF) sehingga Indonesia bisa secara aktif memberikan kontribusi dalam formulasi kebijakan international bidang transportasi. Dengan menjadi anggota ITF Indonesia tidak hanya menjadi obyek tetapi bisa berpartisipasi aktif termasuk juga bisa mengusulkan sebagai tuan rumah Summit yang tentunya akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pariwisata karena ribuan peserta dari seluruh dunia akan hadir. Sebagai anggota Indonesia juga bisa mengusulkan agar ITF melakukan research transportasi di Indonesia sehingga hasil research tersebut dapat menjadi dasar bagi Indonesia dalam penyusunan transport policy strategy jangka panjang. Disampaikan juga bahwa organisasi international seperti ICAO dan IMO juga meminta ITF untuk melakukan research awal terhadap rencana penerapan policy tertentu.

    2.Prof.F.C.M.Wegman dari Universitas TU Delft Belanda

    Prof Wegman kebetulan sebagai narasumber dalam Sesi panel yang membahas tenang Road Safety Governance pada ITF Summit 2018. Begitu kami memperkenalkan diri dari KBRI Den Haag beliau langsung mengenali kami karena beberapa minggu sebelumnya kami sempat bertemu dengan Mr. Henk Stipdonk dari SWOV Belanda kolega Prof Wegman yang sudah menginformasikan pertemuan kami tersebut kepada Prof Wegman. Pada pertemuan yang singkat itu Prof. Wegman menyampaikan bahwa TU Delft University pernah ada kerjasama dengan Indonesia di bidang pelatihan road safety. Kami sepakat bertemu lagi di Denhaag untuk membahas lebih lanjut kerjasama capacity building bidang road safety dan schoolarship bagi lecturer dan instructur dari indonesia. Kami sudah mengirim email kepada Prof. Wegman untuk meminta waktu beliau bisa bertemu.

    3.Ms.Virginia Tanase Dir.Road Safety dan Global Advocacy Federasi international Automobile

    Pada ITF Summit 2018 Ms. Tanase bertindak sebagai narasumber pada sesi panel yang bertema Road safety-from vision zero to safe system. Ketika bertemu Ms. Tanase langsung mengenali kami yang pernah bersama-sama menghadiri meeting ESCAP di Bangkok beberapa tahun yang lalu. Kami langsung menanyakan kenapa FIA tidak ada program road safety di Indonesia dengan tegas Ms. Tanase manjawab karena FIA tidak pernah menerima proposal dari Indonesia. Dia mengharapkan indonesia segera mengajukan proposal dlm penanganan road safety kepada FIA untuk mendapatkan assistensi. Kami sudah berkomunikasi dengan Ditjen Perhubungan darat untuk mempersiapkan proposal program road safety kepada FiA.

    4.Mr.Florent Menegaux Direktur General Executif Michelin Tyres

Seperti Ms. Tanase Mr. Menegaux juga sebagai narasumber ITF Summit 2018 sesi panel road safety from vision zero to safe system. Pada kesempatan tersebut kami sampaikan apresiasi pemerintah Indonesia atas kontribusi Michelin Indonesia dalam program Road safety di Indonesia khususnya dalam hal pendidikan road safety usia dini di Indonesia. Kami sampaikan juga agar michelin semakin meningkatkan kontribusinya dalam program road safety di Indonesia.

    5.Prof. Laori Ojala, Professor dari Universitas TURKU, Finland

    Universitas TURKU Finlandia salah satu universitas yang membuka stand pameran pada ITF Summit 2018, karena universitas ini sangat aktif melakukan research dibidang maritime transport dan road safety. Dari komunikasi kami dengan Prof. Laori diketahui bahwa universitas TURKU tahun lalu kedatangan delegasi dari Universitas Indonesia yang tertarik melakuka kerjasama bidang pendidikan dan reseach kemaritiman dan juga dalam rangka pembentukan pusat study maritim di Indonesia. Kami menyampaikan bahwa kami sedang mencari peluang kerjasama bagi pelajar dan instruktur dari sekolah di bawah binaan kementrian transportasi Indonesia untuk bisa magang (internship) pada project bidang transportasi dan juga scholarship dari universitas di Eropa. Prof. Laori sangat senang bisa membantu dan mengharapkan kami untuk bisa berkomunikasi dengan bagian International cooperation dari universitas TURKU Ms. Liisa. Saat ini kami sedang menunggu balasan email dari Ms. Liisa.

    6.Mr. Walter Niewohner, Acciden Research DEKRA

DEKRA institusi dari German yang bergerak dibidang type approval dan periodical inspection and testing kendaraan bermotor di jerman dan beberapa negara lain. DEKRA juga aktif melakukan reseach-research dibidang road safety dan palikasi teknology untuk mencegah fatalitas kecelakaan. DEKRA juga banyak membantu negara-negara sedang berkembang dalam program-program road safety. Mr. Walter mengharapkan kami untuk bisa menyampaikan email kepada DEKRA tentang program road safety yang bisa dikerjasamakan dengan DEKRA.