Atase Perhubungan Belanda

Bussines Forum at the Indonesia Embassy in Moscow


Dipublikasikan: Minggu, 20 Mei 2018
Jumlah Dilihat: 590 kali

Hari ini 18 Mei 2018 menghadiri undangan Dubes KBRI Moskow sebagai Nara sumber pada forum bisnis yg di selenggarakan oleh KBRI Moscow kerjasama dengan Dewan Bisnis Indonesia-Russia. Hadir pula sebagai nara sumber anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Bpk. M.Syafii Antonio dan Bpk. Zulnahar Usman serta Bpk. Rulit Candra manager bisnis GMF Aeroasia. Dalam forum bisnis ini dari pihak Russia hadir ketua Dewan Bisnis indonesia-Russia Mr. Mikhail Kruystin, CEO Dewan Bisnis Russia-ASEAN Mr.Daniar Akkaziev serta 50an pengusaha.

Dubes KBRI Moskow dalam sambutannya menyampaikan pertumbuhan perdagangan yg semakin meningkat antar kedua negara yang mana pada akhir tahun 2017 hampir mencapai $USD 4M dan pertumbuhan pariwisata Russia mencapai lebih dari 50%. Perdagangan dari indonesia di dominasi oleh produk elektronik dan gas alam sementara Russia banyak ekspor gandum ke Indonesia. Kunjungan Presiden Jokowi ke Russia tahun 2016 dan pertemuan kedua kepala negara menjadi moment kebangkitan kerjasama kedua negara. Sementara Mr.Mikhail Kruystin menyampaikan bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yg mencapai 270juta dan jumlah penduduk Russia sekitar 170juta sangat banyak peluang kerjasama yang masih bisa dilakukan oleh kedua negara. Russia sangat maju di berbagai bidang teknologi seperti transportasi dan komunikasi serta energy dan pengelolaan sumber daya bisa berbagi pengalaman dan keakhlian dengan Indonesia.

Bapak M.Syafii dari KEIN memaparkan kondisi kemudahan investasi di indonesia saat ini sudah sangat kondusif terbukti dari penilaian peringkat survai international juga indonesia di bawah pemerintahan Jokowi telah memangkas ribuan proses perijinan yang menghambat investasi, pertumbuhan ekonomi indonesia juga cukup baik sekitar 5% per tahun, Indonesia adalah negara yang aman dan stabil untuk berinvestasi. Saat ini indonesia sedang mengembangkan 10 kawasan wisata baru setelah Bali yang di dukung dengan pengembangan kawasan-kawasan ekonomi sehingga membutuhkan banyak investor.

Atase Perhubungan menyampaikan peluang investasi proyek KPBU pembangunan Kereta api Makassar-Parepare. Yang mencapai 142km yang terdiri dari segmen A,B,C,D,E dan F. Pembiayaan dari investor diharapkan untuk membangun side track (segmen F) ke pabrik semen Tonasa n Bosawa sepanjang sekitar 14km, pembangunan Depo, stasiun dan elektrifikasi pada segmen F serta operasional dan perawatan segmen B,C,D,E dan F.

Dalam sesi tanya jawab beberapa Isu yg masih menjadi pembahasan khusus transportasi adalah masih berbelitnya prosedur perijinan untuk pembangunan side track kereta api dari main track ke pelabuhan di Kalimantan Tengah dan juga isu belum adanya penerbangan langsung Jakarta-Moskow sehingga para pebisnis Russia harus menggunakan penerbangan yg beberapa kali transit. Para pengusaha Russia sangat mengharapkan penerbangan langsung Moskow-Jakarta bisa segera di realisasikan.

KEIN berjanji akan segera menindaklanjuti hambatan-hambatan investasi perusahaan Russia di Indonesia dengan mengumpulkan instansi terkait untuk di carikan jalan keluar.