Atase Perhubungan Belanda

Meeting with Prof. Wegman road safety expert from university of TU Delft


Dipublikasikan: Senin, 09 Juli 2018
Jumlah Dilihat: 404 kali

Pada hari Jumat 6 Juli 2018 Atase Perhubungan KBRI Den Haag melakukan pertemuan dengan prof. F.C.M. Wegman pakar road safety dari Uiversitas TU Delft Belanda yang saat ini memimpin the International Traffic Safety Data and Analysis Group (IRTAD) yang merupakan institusi dibawah OECD/ITF. Prof. Wegman juga adalah mantan pemimpin SWOV yang merupakan intitusi reseacrh Belanda bidang road safety. Beberapa hal yang kami diskusikan dalam pertemuan tersebut adalah :

a.Kemungkinan Indonesia bergabung dalam IRTAD sehingga bisa secara aktif terlibat dalam reseach road safety dan juga bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi obyek research untuk perbaikan data dan informasi road safety secara nasional. IRTAD saat ini memiliki 80 anggota dari institusi pemerintah dan lembaga non-pemerintah dari 40 negara. Walaupun IRTAD merupakan bagian dari International Transport Forum (ITF)/OECD tetapi untuk dapat terlibat dalam research IRTAD tidak harus menjadi anggota ITF. IRTAD melakukan pertemuan setiap 2(dua) kali setahun di Paris dan di kota lain di Eropa. Saat ini IRTAD sedang melakukan research road safety di wilayah Amerika Latin dan Afrika dan sedang dalam proses untuk melakukan proyek yang sama di kawasan Asia Tenggara. Ini menjadi kesempatan buat Indonesia untuk menjadi lokasi research traffic safety data dan analysis dengan bergabung menjadi anggota IRTAD.

b.Prof. Wegman juga menginformasikan bahwa TU Delft University memiliki program tahunan kursus bidang road safety selama 2(dua) minggu yang pesertanya berjumlah 25 orang berasal dari berbagai negara. Kursus yang dilaksanakan pada bulan september setiap tahun ini merupakan pembelajaran dan sharing mulai dari policy making roses sampai pada implementasi untuk penangan road safety. Proses pendaftaran di buka mulai bulan januari setiap tahunnya. Indonesia dapat memanfaatkan kursus ini untuk mengirimkan kandidat untuk mengikutinya untuk menggali pengalaman dari berbagai negara dan sharing kondisi road safety dan mitigasinya yang dilakukan di Indonesia. Peserta yang dipanggil adalah yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh universitas.

c.Kerjasama lain yang ditawarkan adalah permohonan pakar road safety dari universitas TU Delft untuk memberikan kuliah umum pada institusi pendidikan di Indonesia dan juga terbuka kesempatan bagi pelajar/dosen/pejabat pemerintah dari Indonesia untuk mengajukan aplikasi beasiswa untuk tingkat master dan PhD bidang road safety di universitas TU Delft.

d.Kami juga membicarakan kemungkinan sumber-sumber pandanaan untuk kerjasama jangka panjang dalam bidang pendidikan dan research road safety seperti dari Asian Development Bank (ADB), Islamic Development Bank (IDB) dan organisasi seperti Federasi Automotif International (FIA) serta dari foundation seperti Bloomberg initiative.

Kami sepakat akan terus melakukan komunikasi dalam upaya untuk merumuskan bentuk kerjasama antara institusi pendidikan di Indonesia dengan universitas TU Delft dan merealisasikan kerjasama bidang pendidikan dan research bidang road safety.

Prof.Wegman akan melakukan kontak lebih lanjut dengan sekretariat IRTAD di Paris untuk membicarakan persyaratan administrasi dan teknis yang diperlukan untuk menjadi anggota IRTAD.

Selanjutnya kami, mohon arahan dari Pusat untuk kemungkinan indonesia terlibat masuk sebagai anggota IRTAD dan bentuk kerjasama bidang road safety yang dibutuhkan dengan universitas TU Delft.