Atase Perhubungan Belanda

As one of the Panelis on Bussiness forum hosted by The Indonesian Embassy of Moscow in St. Petersburg, Russia


Dipublikasikan: Rabu, 16 Mei 2018
Jumlah Dilihat: 400 kali

Pada hari Senin 14 Mei 2018 Atase Perhubungan menghadiri undangan KBRI Moskow sebagai narasumber pada forum bisnis yg di laksanakan oleh KBRI Moskow bekerjasama dengan pemerintah propinsi Saints Petersburg, Russia dan Chamber of Trade and Industry (KADIN) St. Petersburg. Hadir pada acara tersebut Duta Besar KBRI Moskow Bpk Wahid Supriyadi, Ketua Kelompok Kerja Keuangan dan Perbankan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI, Bpk. M.Syafii Antonio dan Ketua Kelompok Kerja Industri ESDM Bpk. Zulnahar Usman, Konsul Kehormatan RI di St.Petersburg Mr. Valery A.Radchenko, Wakil Ketua Komite Hubungan Ekternal Propvinsi St.Petersburg, Mr. Viacheslav G.Kalganov dan Wakil Ketua KADIN St.Petersburg Ms. Eketerina dan sekitar 70 pengusaha.

Dubes KBRI Moskow menyampaikan bahwa Sejarah Hubungan kerjasama Indonesia dan Russia cukup panjang sejak jaman Presiden Soekarno. Hubungan RI dan Russia saat ini memasuki golden era yang kedua pada periode kepemimpinan Presiden Jokowi setelah Golden era pertama pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Bahkan peninggalan masa keemasan pada era Soekarno masih berdiri megah di Jakarta seperti stadion utama Senayan, Rumah Sakit Persahabatan dan Tugu Tani. Tahun 2017 neraca perdagangan antara Russia dan Indonesia mengalami peningkatan yg signifikan dengan nilai mencapai USD$2.73M, jumlah wisatawan Russia yang berkunjung ke Indonesia juga meningkat 51% menjadi 120rb wisatawan. Perdagangan kedua negara sangat komplementari sifatnya misalnya indonesia mengimpor gandum dari Russia sementara Russia membutuhkan palm oil dari Indonesia. Pembelian 11 unit Sukhoi35 untuk melengkapi alutista TNI Indonesia juga menunjukkan kerjasama yg semakin baik antara kedua negara walaupun proses negosiasi yang cukup panjang dan melalui tantangan yg cukup berat.

Bpk Moh.Syafii Antonio dari Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) menyampaikan kondisi ekonomi indonesia secara umum semakin baik dengan pertumbuhan di prediksi mencapai 5,3% akhir tahun 2018, peringkat kemudahan melakukan bisnis juga semakin baik, beberapa lembaga international memberikan peringkat yang positif buat indonesia untuk melakukan investasi. Di samping itu KEIN juga menjelaskan tentang program pemerintah indonesia untuk mengembangkan 10 kawasan ekonomi khusus di seluruh wilayah indonesia yang mencakup pengembangan kawasan industri, pelabuhan laut, bandara, infrastruktur energi, termasuk pengembangan 10 tujuan wisata baru selain Bali.

Atase Perhubungan memaparkan bahwa dalam rencana pembangunan jangka menengah 2015-2019 untuk pembangunan infrastruktur transportasi membutuhkan anggaran yang cukup besar namun dana pemerintah RI mampu membiaya hanya 40% dari kebutuhan itu sehingga indonesia membutuhkan investasi dari investor baik dalam maupun luar negeri. Dari hasil ASEM Transport Minister Meeting tahun 2017 ada beberapa proyek infrastruktur transportasi yang ditawarkan kepada investor asing. Dari proyek-proyek tersebut atase perhubungan menguraikan 3 proyek yang telah siap untuk dikerjasamakan yaitu pengembangan bandara international Kualanamu strategic cooperation dengan angkasa Pura 2, pengembangan bandara International Lombok strategic cooperation dengan angkasa Pura 1 dan proyek KPBU pembangunan kereta api Makassar-Parepare tahap 1.

Pada saat sesi bisnis matching dan networking atase perhubungan berdiskusi dengan 3 perusahaan dari St.Petersburg yang tertarik untuk menjajagi peluang investasi di Indonesia yaitu VAST perusahaan Vibroaccoustical system and technology yang bergerak di bidang teknologi perkeretaapian, GEOSCAN perusahaan yang bergerak di bidang unmannaed systems pemanfaatan Drone untuk berbagai kebperluan dan perusahaan Innovation Center ALEON. Kami sampaikan kepada mereka untuk dapat menyampaikan profile perusahaan dan project yang sudah mereka lakukan serta bidang-bidang yang mereka ingin kerjasamakan di Indonesia.