Atase Perhubungan Belanda

Meeting with Prof. Dollevoet profesor Railway engineering University of TU Delft, Netherlands


Dipublikasikan: Selasa, 04 September 2018
Jumlah Dilihat: 555 kali

Pada hari jumat 31 Agustus 2018 Atase Perhubungan KBRI Den Haag mengadakan pertemuan dengan Prof. Dollevoet ketua jurusan railway engineering and operations fakultas Civil Engineering and geoscience universitas TU Delft Belanda yang didampingi oleh project manager Mr. Ellard Groenewegen dan officer of International cooperation ms. Zwanet van Lubek. Prof. Dollevoet menjelaskan program-program pendidikan dan penelitian yang bisa dikerjasamakan antara institusi pendidikan di Indonesia dengan Universitas TU Delft khususnya dibidang Railway Engineering. Ms. Zwanet menjelaskan bahwa universitas TU Delft memiliki beberapa kerjasama dengan Indonesia dibidang water management dan bidang engineering namun pada saat pertemuan dia tidak membawa informasi yang rinci tentang kerjasama tersebut. Kami juga menyampaikan bahwa Universitas TU Delft juga terdapat MOU dengan Badan Litbang Kementerian Perhubungan dibidang research kemaritiman.

Untuk bidang profesional untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dibidang perkerataapian, teknology dan operasi kereta api TU Delft memiliki pola pembelajaran online selama 6 minggu yang terdiri dari 24 modul yang meliputi program pembelajaran, ujian, penyusunan working paper dan tesis. Setiap peserta akan diberikan sertifikat keahlian setelah menyelesaikan program ini (non-degree/ tidak ada gelar). Biaya enrollment untuk program ini sebesar 1.100 euro per 24 modul per grup. Program ini sangat bagus untuk program grup dalam jumlah yang besar seperti 100-200 peserta karena biaya akan menjadi lebih murah. Dijelaskan bahwa untuk bisa mengikuti program ini para peserta harus memiliki latar belakang pendidikan matematika dan fisika yang memadai serta memiliki pengetahuan bidang teknis perkeretaapian agar bisa memahami materi yang disampaikan. Program ini di sampaikan dalam bahasa inggris sehingga peserta diharapkan juga memiliki kemampuan bahasa inggris khususnya listening dan juga academic writing dengan standar TOEFL diatas 500.

Untuk gelar kesarjanaan universitas TU Delft memiliki program master degree (S2) dan PhD (research). Untuk program master universitas TU Delft perlu melakukan assesment terhadap para calon peserta untuk mengetahui sejauhmana kemampuan basic peserta sebelum memulai perkuliahan, sehingga bisa diketahui apakah diperlukan bridging program dan bidang apa saja yang perlu pengetahuan tambahan sebelum memulai perkuliahan pokok. Lamanya perkuliahan antara 1-2 tahun tergantung hasil assesment terhadap calon peserta.

TU Delft Civil engineering juga menawarkan kerjasama untuk program PhD (research) bidang railway yang sudah banyak menghasilkan peneliti-peneliti dari berbagai negara yang bekerja di industry perkeretaapian. Prof. Dollevoet juga menyampaikan bahwa TU Delft setiap tahun menerima sekitar 20 orang mahasiswa PhD(research) dari China dengan beasiswa dari negaranya dan bidang research yang ditentukan oleh negaranya. Dengan beasiswa dari negara masing-masing pihak TU Delft tinggal mencarikan project-project research yang sesuai ke stakeholder terkait seperti Netherland spoorweg (NS), Pro-Rail dan industri perkeretaapian belanda lainnya yang merupakan mitrakerja fakultas civil engineering TU Delft. Untuk program PhD (research) diperlukan waktu sekitar 4 tahunan untuk menyelesaikannya.

Saran dan pengamatan :

    1.Program pembelajaran online ini sangat bagus untuk perkuliahan umum, untuk mahasiswa tingkat akhir yang mengambil jurusan perkeretaapian dari universitas-universitas umum atau mahasiswa dari Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun, Jawa Timur dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi, Jawa Barat jurusan Diploma Perkeretaapian untuk megembangkan wawasan dan pengetahuan terkini dibidang teknology dan sistem pengoperasian perkeretaapian di dunia.

    2.Program online ini juga sangat bagus bagi praktisi-praktisi perkeretaapian dari PT.KAI, PT.Commuterline, PT. MRT, LRT Palembang dan juga kota-kota lain yang akan mengembangkan transportasi berbasis rel dimasa yang akan datang, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

    3.Program master dan PhD perkeretaapian juga sangat penting bagi Indonesia untuk menghasilkan ahli-ahli dibidang perkeretaapian yang akan menjadi perencana pembangunan jaringan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia ke depan yang akan mencapai 3,000an kilometer untuk jaringan perkotaan dan antarkota sesuai dengan RPJM Kementrian Perhubungan 2015-2019.