Komite Nasional Keselamatan Transportasi

Investigasi kecelakaan kapal KM Surya Makmur Indah

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Selasa, 11 Juli 2006
Jumlah Dilihat: 2629 kali

Sinopsis

KM Surya Makmur Indah (untuk selanjutnya disebut KM SMI) adalah kapal kargo kayu yang mendapat dispensasi untuk mengangkut penumpang.

Pada tanggal 22 Juni 2006 jam 21.30 WIB, KM SMI (yang dioperasikan oleh PT. Kartika Samudra Indah) diberangkatkan dari pelabuhan Sibolga menuju Gunung Sitoli (pulau Nias) dengan diawaki oleh 12 ABK dan 1 Nakhoda. Pada saat itu cuaca dilaporkan dalam keadaan mendung dengan angin tenang.

Tanggal 22 Juni 2006 jam 00.00 WIB (+ 3 jam setelah meninggalkan Pelabuhan Sibolga), kapal mulai mengalami gangguan cuaca buruk, hujan, awan gelap, tinggi gelombang 3-4 meter, kecepatan angin + 5 – 6 knot dan arus kuat dari Utara Barat Laut dengan kecepatan + 6 knot.

Sejak jam 01.30 WIB, lampu kapal KM SMI mengalami beberapa kali padam/blackout akibat hantaman gelombang tinggi, arus kuat dan cuaca buruk, padamnya lampu kapal ini masih dapat diperbaiki oleh ABK.

Pada jam 02.30 WIB, Nakhoda memutuskan untuk kembali arah haluan ke pelabuhan Sibolga dan berlindung di Pulau Marsala. Namun pada jam 03.00 WIB dalam usaha berlayar kembali, KM SMI dihantam oleh ombak besar yang mengakibatkan kapal kehilangan stabilitas, blackout dan tenggelam.

Dalam kecelakaan ini, terdapat korban jiwa, dokumen-dokumen kapal, seluruh muatan dan peralatan kapal tidak dapat diselamatkan.

Menurut data dan keterangan tentang jumlah penumpang yang dapat dan tidak diselamatkan pada peristiwa kecelakaan ini, diketahui:

  1. Penumpang hidup yang berhasil diselamatkan hingga tanggal 23 Juni 2006 berjumlah 96 orang (termasuk 10 ABK dan Nakhoda)
  2. Penumpang yang meninggal dan berhasil dievakuasi hingga tanggal 26 Juni 2006, berjumlah 16 mayat (termasuk 2 ABK),
  3. Penumpang yang hilang masih dalam pendataan.

Proses Investigasi

Investigasi dilakukan dengan melakukan

  • pengumpulan dokumen kapal;
  • wawancara terhadap awak kapal (ABK), penumpang, petugas terkait dan petugas penyelamat (rescue team) di kantor Adpel Sibolga;
  • melakukan pemotretan pelabuhan Sibolga untuk mengetahui kondisi riil kapal mengingat di pelabuhan tersebut banyak kapal-kapal sejenis.

Saat ini tim sedang melakukan analisis terhadap data faktual yang dikumpulkan di lokasi dan sedang menyusun laporan untuk dilaporkan kepada Menteri Perhubungan.