Berita Umum

Kecelakaan Kapal KM. Surya Makmur Indah

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Jumat, 23 Juni 2006
Jumlah Dilihat: 2255 kali

Tanggal 22 Juni 2006 pukul 09.30, diterima berita dari nahkoda kapal KM. Surya Makmur Indah via Sistem Radio Operasi Pantai (SROP) Sibolga yang menginformasikan kapal KM. Surya Makmur Indah mengalami kebocoran dan memohon agar dikirim kapal bantuan ke lokasi kejadian.


Pukul 10.00 WIB diperintahkan 3 (tiga) unit kapal, yaitu KM. Surya Makmur Baru, KM. Nias Indah dan KAL. Mansalar menuju ke lokasi kejadian di perairan antara Pulau Mursala dan Pulau Bintana (± 40 mil dari Pelabuhan Sibolga – Perairan sebelah barat Pantai Sumut). Pukul 14.00 WIB Nahkoda KM. Nias Indah menyampaikan laporan via HP bahwa ketiga kapal bantuan tidak dapat menembus ke lokasi kejadian disebabkan cuaca yang sangat buruk, gelombang dengan ketinggian 3 – 4 meter, angin bertiup sangat kencang disertai hujan gerimis.


Pukul 15.00 WIB nahkoda KM. Surya Makmur Baru menginformasikan bahwa telah dilakukan evakuasi 45 (empat puluh lima penumpang) + 4 (empat) orang ABK yang telah ditolong lebih dahulu oleh kapal nelayan. Pukul 16.00 WIB KM. Surya Makmur Baru tiba di dermaga Pelabuhan Sibolga dengan membawa 49 (empat puluh sembilan) orang penumpang beserta ABK.


Tindakan selanjutnya mengalokasikan penumpang dan awak kapal tersebut ke Terminal Pelabuhan Sibolga. Penumpang dan awak kapal yang kondisi fisik serta kesehatannya menurun tersebut dibawa ke RS. Umum FL. Tobing, Sibolga. Koordinasi penanganan kecelakaan kapal telah dilakukan dengan unsur-unsur terkait, antara lain dengan LANAL Sibolga, Kapolresta Sibolga, Kapolres Tapanuli Tengah, Adpel Gunung Sitoli, Polres Nias, Pemkab Nias dan unsur terkait lainnya.


Sementara itu, kapal bantuan lainnya masih di dalam kegiatan upaya pertolongan terhadap penumpang lainnya. Diperoleh informasi pada saat kejadian, cuaca sangat buruk, gelombang dengan ketinggian 3 – 4 meter, angin bertiup sangat kencang disertai hujan gerimis. As kemudi KM. Surya Makmur Indah patah dan air laut masuk melalui As kemudi kapal. Kapal tidak bisa dikendalikan oleh nahkoda dan ABK. (rd)