Pada kesempatan kunjungan ke Balai Yasa Yogyakarta tersebut, Menhub Jusman Safii Djamal memuji kinerja dan kualitas SDM Balai Yasa yang terus meningkat setiap tahunnya. "Balai Yasa ini kelihatannya kekuatan utamanya adalah di Sumber Daya Manusianya. Kalau melihat lokomotif yang diperbaiki itukan sebetulnya hampir 45%-50% umurnya sudah tua, bahkan ada mesin buatan tahun 1912. Tetapi, dengan cara kerja yang baik dan pengalaman Sumber Daya Manusianya, mereka bisa mengatasi persoalan-persoalan mulai dari pemeriksaan, perawatan, dan modofiaksi" demikian ditegaskan Menhub. Lebih jauh Menhub menyatakan bahwa pemeliharaan dan perawatan lokomotif merupakan salah satu faktor utama untuk mengurangi kecelakaan kereta api.

Balai Yasa Yogyakarta yang didirikan tahun 1914 oleh Nederland Indische Spoorweg Maatschapij (NIS) dengan nama Centraal Werkplaarts. Tugas utama bengkel ini adalah melaksanakan overhaul lokomotif, gerbong, dan kereta. Pada September tahun 1945 nama bengkel tersebut dirubah menjadi Balai Yasa dengan tugas pokok tetap sama dan sejak tahun 1959 tugas pokok Balai Yasa hanyalah melakukan perbaikan (overhaul) lokomotif untuk operasional kereta api di Pulau Jawa.Balai Yasa Yogyakarta telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dari luar negeri dalam perbaikan lokomotif yaitu pada tahun 1986 bekerja sama dengan JICA melakukan modifikasi KRD (kereta rel diesel) dari SINKO ke CUMMIN serta dengan PT. GE Lokindo melakukan modofikasi lokomotif CC 201 menjadi CC 204 dan perubahan teknologi DC/DC menjadi AC/DC untuk KRL (kereta rel listrik). Selain itu, Balai Yasa Yogyakarta juga bekerjasama dengan PT. GE Lokindo telah berhasil membuat lokomotif CC 203 sebanyak 30 buah pada tahun 1999 sampai 2001. Prestasi lain Balai Yasa adalah pada tahun 2005 menerima penghargaan KECELAKAAN NIHIL dari Menteri Tenaga Kerja RI yang diserahkan di Istana Wakil Presiden. (BSE)