BREBES - Arus balik lalu lintas pada masa tahun baru 2018 terpantau lancar, namun demikian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta seluruh stakeholder untuk terus waspada dan tetap melakukan koordinasi demi kelancaran kondisi lalu lintas. Demikian disampaikan Menhub dalam kunjungannya ke Posko Nataru di Gerbang Tol Keluar Brebes, Senin (1/1).

"Alhamdulilah dari yang kami pantau dari Semarang ke arah Batang, Pekalongan, Tegal, Brebes relatif lancar. Jadi bisa disimpulkan saat ini tidak ada lonjakan yang berarti. Namun kita harus selalu waspada dan melakukan koordinasi terutama berkaitan di Cikarang Utama," jelas Menhub.

Menhub mengatakan terjadi kendala teknis berkaitan dengan gate di Gerbang Tol Brebes Timur. Saat ini hanya terdapat 3 gate yang melayani masuknya kendaraan di pintu tol Brebes Timur sehingga untuk mengantisipasi antrian, PT Waskita telah menyediakan 2 gerbang lain yaitu Brebes Barat dengan gate full transaksi non tunai serta Pejagan melalui arah Selatan.

"Ada laporan hal teknis kecil berkaitan dengan gate, saya sudah minta agar pelayanan di gate ditingkatkan agar tidak terjadi antrian panjang baik saat masuk ataupun keluar tol," ujar Menhub.

Saat ini diperkirakan kendaraan yang akan mengarah ke Jakarta masih sekitar 30.000-35.000 atau naik 120% dibanding kondisi normal.

Senada dengan Menhub, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Polisi Pujiyono mengatakan meski kondisi lalu lintas normal namun masyarakat harus selalu hati-hati dalam berkendara di jalan.

"Pantauan arus dari Jawa ke Jakarta masih landai, namun saya himbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara ke Jakarta. Apabila kondisi fisik menurun agar beristirahat. Karena daya tahan tubuh dalam berkendara 4 jam, maka setalah 4 jam berkendara harus beristirahat," jelas Pujiyono.

Dalam kunjungannya Menhub juga melakukan video conference di antaranya dengan Posko Command Center di Kemenhub. Dilaporkan petugas bahwa terjadi kenaikan jumlah penumpang pada H+6 (1/1) pada beberapa moda yaitu moda darat sebesar 8,42%, ASDP sebesar 5,69%, moda laut sebesar 9,69%, dan moda udara naik 7,40%, sedangkan penurunan dialami oleh moda kereta api sebesar 2,34%.

Sementara itu, pihak ASDP Merak dalam video conference melaporkan kondisi Pelabuhan Merak terpantau lancar, diprediksikan puncak arus balik terjadi pada malam hari (1/1) dan besok (2/1). Kenaikan terjadi sekitar 45% untuk penumpang dan 47% untuk kendaraan baik pribadi maupun truk. Saat ini digunakan 6 dermaga dan 34 kapal untuk menghindari terjadinya antrian di Pelabuhan Merak.

Kemudian untuk kondisi di Bandara Soekarno Hatta terpantau masih lancar baik di Terminal 1, 2 dan 3. Menhub berpesan petugas untuk tetap siap terutama menghadapi penerbangan yang tiba pada malam hari.

"Saya berpesan pada penerbangan pukul 21.00-22.00 petugas sudah mulai capek tapi penumpang makin banyak, jadi tolong dipersiapkan tim-tim khusus untuk menghadapi kepadatan pada malam hari," kata Menhub.

Turut hadir dalam peninjauan Menhub yaitu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Bina Marga Arie S Moerwanto, Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat Hindro Surahmat, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Brigjen Polish Pujiyono dan Kapolres AKBP Brebes Sugiarto.

Sistem E-Tilang Akan Segera Diberlakukan

Berkaitan dengan masalah kelebihan muatan yang menyebabkan kerusakan di jalan raya baik jalan tol maupun jalan arteri, Kemenhub dalam hal ini Dirjen Perhubungan Darat akan segera memberlakukan E-Tilang (tilang elektronik) di Jembatan Timbang bagi kendaraan yang kelebihan muatan.

"Dalam waktu dekat kita akan berlakukan E-Tilang di jembatan timbang. Jadi jika ada pelanggaran yang dilakukan kendaraan karena kelebihan muatan itu biasanya mereka titip sidang, nanti tidak ada lagi. Mereka bisa langsung bayar ke bank dendanya. Jadi tidak ada transaksi di situ (jembatan timbang). Hal ini juga untuk menghindari pungli," terang Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Gerbang Tol Brebes Timur.

Saat ini, Kemenhub juga sedang melakukan perbaikan terhadap 42 jembatan timbang di Indonesia baik fasilitas sarana maupun sumber daya manusianya.

"Ke depan kita akan perbaiki secara maksimal agar fungsi jembatan timbang lebih optimal," tutup Budi Setiyadi," (LFH/TH/AL/BI)