Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Arus Lalu Lintas di Pintu Tol Cikarang Utama Paling Krusial Pada Arus Balik Idul Adha

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Senin, 04 September 2017
Jumlah Dilihat: 897 kali

CIKARANG – Pada arus balik liburan Idul Adha tahun ini, titik yang paling krusial terjadinya kepadatan lalu lintas adalah di pintu tol Cikarang Utama. Untuk itu petugas yang mengatur lalu lintas di Cikarang Utama harus sudah siap mengantisipasi. Demikian arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada saat melakukan Video Conference dengan Sekretaris Jenderal Kemenhub Sugihardjo, Minggu (3/9).

“Agar mengantisipasi lalu lintas yang dari arah Cipali, sehingga pada saat puncak arus lalu lintas sampai di Cikarang Utama, tim kita sudah siap semuanya. Memang arus lalu lintas yang paling krusial ada di Cikarang Utama,” tegas Menhub.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo yang sedang melakukan pemantauan di pintu tol Cikarang Utama mengatakan ada kecenderungan kepadatan akan mengalir setelah jam 5 sore karena sudah terjadi antrian di Palimanan sepanjang 1 km.

“Apabila terlalu padat, pihak Jasa Marga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyiapkan jalur contraflow mulai KM 66,” ungkap Jojo sapaan akrab Sugihardjo.

Namun jika lalu lintas terlalu padat, selain 3 skenario yang telah disiapkan yakni membuka 31 gardu tol, melambung kendaraan dari GT Cikarang Utama ke GT Cikarang Barat 2 dan GT Cikarang Barat 3 dan memberlakukan contraflow di titik-titik tertentu tidak berjalan lancar, maka skenario terburuk akan ditempuh yaitu Tol Cipali akan dibuat satu jalur ke arah Jakarta.

“Itu pernah dilakukan pada arus mudik lebaran kemarin. Namun sebelum itu dilakukan kita buat dulu contraflow dari KM 66 sampai 33. Itu sudah cukup membantu. Skenario bertahap, kita lihat situasi,” pungkas Jojo.

Ditambahkan Jojo berdasarkan pantauannya di lapangan, terjadi fenomena yang cukup menarik yakni di samping arus balik yang masuk ke Jakarta, arus lalu lintas keluar Jakarta ternyata juga cukup banyak.

“Fenomena yang menarik bahwa asumsinya libur Idul Adha ini semua bergerak keluar Jakarta, tapi data menunjukkan yang masuk Jakarta juga padat. Jadi mungkin sebagian masyarakat menikmati liburan di Jakarta. Kemarin pada arus mudik, lonjakannya justru penumpang masuk ke Jakarta prosentasenya lebih meningkat dari pada yang keluar Jakarta,” ujarnya.

Menurut Jojo fenomena ini terjadi karena liburan Idul Adha tahun ini agak berbeda dengan tahun lalu. “Kencenderungannya berkurang karena faktor utamanya adalah tahun lalu itu liburannya agak panjang karena Idul Adha jatuh hari kamis sementara Jumatnya ditetapkan sebagai cuti bersama sehingga liburnya Kamis-Minggu. Kalau tahun ini Idul Adhanya jatuh pas hari Jumat, sehingga volume pergerakan orang tidak terlalu banyak karena orang banyak potong hewan kurbannya hari Sabtu,” jelas Jojo.

Lebih lanjut Jojo menyampaikan bahwa pada arus lalu lintas Idul Adha tahun ini seluruh operator truk mematuhi himbauan untuk tidak mengoperasikan truk tiga sumbu atau lebih. Untuk itu Jojo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada operator angkutan barang dan para pemilik barang yang bersedia mematuhi surat edaran Dirjen Perhubungan Darat tersebut.

“Saya sampaikan rasa terima kasih pada operator truk dan pemilik barang yang tidak mengoperasikan truk 3 sumbu atau lebih pada saat kepadatan lalu lintas. Himbauan itu sendiri berlaku dari Kamis 31 Agustus siang hingga Jumat 1 September siang, serta hari ini (Minggu) dari pagi sampai jam 24.00 WIB. Tadi saya memantau dan saya tidak menemukan satu pun truk 3 sumbu yang beroperasi sehingga dengan demikian ini akan sangat membantu mengurangi kepadatan atau kemacetan lalu lintas,” urainya.

Jojo juga menghimbau kepada masyarakat terutama mereka yang pulang kampung untuk memperhatikan kondisi titik-titik lelah seperti Tol Cipali yang merupakan titik lelah memasuki Tol Cikampek.

“Perhatikan kondisi kesehatan, bila memungkinkan harus ada pengemudi pengganti. Serta jangan lupa perhatikan kondisi kendaraan. Juga di rest area pergunakan secukupnya sehingga rest area dapat digunakan oleh pengguna jalan yang lain,” tutup Jojo.

Turut hadir dalam video conference ini Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Pandu Yunianto, Direktur Prasarana BPTJ Risal Wasal, Direktur Operasional II PT Jasa Marga Surbakti Syukur, dan GM Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek R Kristianto (HH/TH/BS/HA)