Liputan Khusus

Bantu Usaha Kriya Masyarakat Likupang, Dharma Wanita Kemenhub Adakan Pelatihan Kewirausahaan

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Kamis, 08 Oktober 2020
Jumlah Dilihat: 32206 kali

LIKUPANG – Likupang, bersama Tanjung Pulisan adalah kawasan wisata di Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kawasan wisata ini menawarkan potensi wisata bahari. Panorama bawah laut dan pantainya seperti sepenggal surga yang tertinggal di dunia. Kawasan ini oleh Presiden RI, Joko Widodo ditetapkan sebagai Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) super prioritas untuk dikembangkan.

Presiden Joko Widodo sendiri saat berkunjung ke Likupang beberapa waktu lalu mengungkapkan, pengembangan Likupang sebagai destinasi wisata super prioritas harus segera diselesaikan dengan kerjasama berbagai pihak seperti pemerintah daerah, provinsi, dan pemerintah pusat.

Sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di daerah Likupang dan sekitarnya melalui Pelatihan Wirausaha Baru Bagi Pengrajin Kriya.

Menyiapkan Masyarakat Untuk Turut Berkembang

Kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi para perajin kriya di Likupang ini sebagai upaya untuk menyiapkan masyarakat dan komunitas pengusaha kriya dan pengusaha UMKM pada umumnya agar dapat mengantisipasi berkembangnya Likupang sebagai destinasi wisata yang akan banyak dikunjungi wisatawan. Kegiatan ini adalah upaya untuk menyiapkan masyarakat turut berkembang seiring dengan berkembangnya Likupang sebagai destinasi wisata super prioritas.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perhubungan , Endang Sri Hariatie Budi Karya Sumadi, memberikan sambutan secara online Selasa (6/10) pada acara pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Perajin Kriya Masyarakat Likupang.

Endang mengungkapkan, pihaknya bersama Deskranas bekerjasama bahu membahu dan bersinergi untuk mendukung pengembangan produk kriya di Likupang.

“Meski di tengah pandemi, kami peduli dengan pengembangan produk kriya yang dikembangkan oleh masyarakat Likupang sebagai salah satu produk kerajinan berbasis sumber daya alam, yang mewarisi tradisi dan budaya yang sama-sama kita banggakan," ujarnya.

Terus Kreatif

Endang juga terus memberikan semangat dan mendorong semua elemen pelaku usaha kerajinan untuk terus kreatif dan mengembangkannya serta berpesan agar lebih banyak pihak-pihak lain yang peduli terhadap perkembangan kegiatan usaha non formal yang dikembangkan masyarakat Likupang untuk menunjang kehidupan dan kesejahteraannya.

“Kami berharap di era industri 4.0, semakin banyak pihak yang mendukung sektor pendidikan non formal atau vokasi sesuai dengan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan di era sekarang. Kurikulum ini dimaksudkan agar dapat membuka akses bagi masyarakat guna mendapatkan ilmu dan pelatihan bidang kriya menjadi wirausahawan atau wirausahawati yang kompetitif dan produktif demi mewujudkan produsen kriya yang cerdas berbasis teknologi kekinian,” ujarnya.

Dukungan Pemasaran

Ketua Umum Dekranas, Wury Ma’ruf Amin, seperti yang diungkapkanEndang dalam Munas Dekranas Agustus 2020 lalu, mengungkapkan, Dekranas didorong untuk membantu pemasaran produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat dengan platform online, sehingga dapat memperluas pemasaran produknya. Dekranas juga diminta membantu meningkatan kualitas desain dan kemasan produk sesuai dengan selera pasar. Dengan demikian, produk kerajinan kita dapat bersaing di pasar global.

Wilayah Likupang, lanjut Endang, cakupan wilayahnya cukup besar terdiri dari Likupang Barat, Timur dan Selatan. Bila dihitung, tiga wilayah tersebut memiliki luas ratusan kilometer. Jarak dan infrastruktur masih menjadi kendala bagi perajin di daerah ini. Oleh karena itu, pelatihan kerajinan rakyat, pendidikan kecakapan wirausaha, dan digitalisasi kewirausahaan untuk mendukung pariwisata super prioritas Likupang akan menjadi sangat penting.

“Dengan pelatihan ini diharapkan akan tercipta produk-produk kriya berkualitas yang berbasis wastra membuat selop tenun, topi, masker kain dan t-shirt, berbasis rotan dan batok akan dibuat kriya home dekor dan berbasis kayu akan dibuat patung boneka pakaian adat,” ujar Endang.

Selain itu, Kemenhub juga akan menambah wawasan pengrajin dengan pembelajaran kewirausahaan dengan pokok bahasan antara lain Wirausaha bidang Kriya, Product Development, Pengembangan Bisnis dan Pemasaran, serta Pendampingan Rintisan Usaha dengan pokok bahasan Pemasaran dan penjualan konvensional dan E-marketing digital.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DWP Ditjen Perhubungan Laut Suheni Agus H. Purnomo menyebutkan dalam laporannya bahwa tujuan dari penyelenggaraan kegiatan tersebut, untuk meningkatkan kemampuan dalam berinovasi dan berkreasi para pengrajin di wilayah Sulawesi Utara. "Agar dapat menghasilkan produk kerajinan tangan unggulan, meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam, seni, budaya dan kearifan lokal di wilayah Sulut, meningkatkan pemasaran produk kerajinan tangan unggulan melalui efektivitas promosi dengan memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk kerajinan tangan unggulan," ujar Suheni Agus H. Purnomo.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan penuh sekolah di bawah Kementerian Perhubungan, yaitu Politeknik Pelayaran Sulut. Materi pelatihan yang disampaikan antara lain materi kewirausahaan, kerajinan tangan, serta promosi dan distribusi. Peserta pelatihan 59 orang yang terdiri dari keluarga besar Kemenhub, perajin serta TNI dan Polri di Wilayah Sulut yang terbagi dalam lima kelompok kerajinan, Kelompok Kerajinan Wastra, Kelompok Kerajinan Wastra (Kaos dan Masker), Kelompok Kerajinan Rotan Tikus, Kelompok Kerajinan Patung Kayu, dan Kelompok Kerajinan Batok Kelapa.

Direktur Politeknik Pelayaran Sulut, Moejiono menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan tambahan kompetensi bagi para pengrajin.

"Kompetensi yang diberikan tidak hanya terkait dengan kerajinan yang diproduksi namun juga bagaimana mengelola kerajinan tersebut mejadi produk yang marketable dan bisa diandalkan menjadi pendapatan masyarakat di Likupang dan sekitarnya. Semua kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Moejiono.

Turut hadir dan berpartisipasi secara virtual dalam pembukaan kegiatan tersebut, antara lain Sekretaris Jenderal Dekranas Gati Wibawaningsih, Wakil Ketua Harian 1 Dekranas Loemongga Agus Gumiwang, Wakil Ketua Harian 2 Dekranas Nanny Hadi Tjahyanto, Wakil Ketua Harian 3 Dekranas Yantie Isfandiary Airlangga, Penanggungjawab kegiatan Bidang Wirausaha Baru di destinasi Likupang Inong Fajar Prasetyo, Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara, dan Ketua Dekranasda Kab. Likupang, Kota Manado, Kota Bitung dan Kab. Minahasa, serta Para Ketua dan Anggota DWP di lingkungan Kemenhub. (IS/AS/HG/HT)