JAKARTA – Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah kerja sama proyek transportasi kepada Korea Selatan pada Pertemuan ke-9 ASEAN - Republic of Korea (RoK) Transport Cooperation Forum dan Indonesia-Korea Transport Cooperation Meeting yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, 25-27 April 2018.

Pertemuan ke-9 ASEAN-RoK Transport Cooperation Forum merupakan forum tingkat pejabat tinggi (Eselon 1) yang secara regular diselenggarakan setiap tahun di Korea Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah berbagi pengalaman Korea dalam kebijakan transportasi dan teknologi serta untuk memperat kerjasama antara negara-negara Anggota ASEAN dengan Korea Selatan yang merupakan salah satu negara mitra wicara ASEAN.

Pada forum tersebut pihak Indonesia menyampaikan beberapa paparan terkait proyek-proyek transportasi di Indonesia antara lain Penjaminan Proyek-Proyek Infrastruktur Transportasi dalam Public Private Partnership, Perkembangan Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Perkembangan Bandara Komodo dan Bandara Hang Nadim, dan Transit Oriented Developmet (TOD) di Jabodetabek.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo yang juga merupakan STOM Leaders Indonesia, memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan ini.

“Pada kesempatan ini sebanyak 19 perusahaan Korea tertarik untuk bertemu guna meminta penjelasan mengenai proyek-proyek infrastruktur transportasi di Indonesia,” sebut Sugihardjo.

Kemudian dilaksanakan pula Indonesia-Korea Transport Cooperation Meeting sebagai tindak lanjut atas penandatanganan Memorandum of Understanding Concerning Cooperation in the Field of Transport oleh Menteri Perhubungan dan Minister of Land, Infrastructure and Transport di hadapan kedua Kepala Negara pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Republik Korea ke Indonesia bulan November 2017.

Pertemuan tersebut dipimpin bersama (co-chair) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo dengan Vice Minister of Ministry of Land, Infrastructure and Transport Korea Kyung-Hwan Kim. Pertemuan ini membahas kerjasama di bidang transportasi antara kedua negara yang meliputi berbagi pengalaman mengenai Public Private Partnership (PPP) dan peluang-peluang untuk kerja sama dan investasi di sektor transportasi darat, udara, dan perkeretaapian.

Adapun proyek-proyek infrastruktur transportasi yang dibahas antara lain Transit Oriented Development di Jabodetabek, Light Rail Transit Jakarta fase 2, Bandara Hang Nadim-Batam, Bandara Komodo-Labuan Bajo dan Kereta Api Makassar-Pare-Pare.

“Pihak Korea menyatakan ketertarikannya dan menunjuk Director Overseas Construction and Supporting Division untuk menindaklanjuti hal tersebut,” ujar Sugihardjo seusai acara.

Sebagai rangkaian terakhir pertemuan dilaksanakan site visit pada tanggal 27 April 2018 untuk melihat area-area TOD di Korea (Stasiun Yongsan dan Stasiun Suseo), ITS Center, dan sarana perkeretaapian.

Hadir sebagai anggota Delegasi RI pada pertemuan tersebut antara lain adalah Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional Agus P Saptono, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Zulmafendi, Direktur Prasarana BPTJ Moh. Risal Wasal, dan wakil dari Sekretariat Jenderal, Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Udara, Ditjen Perkeretaapian, dan BPTJ, serta stakeholder terkait antara lain PT. Jakpro, PT. Penjaminan Infrasrtuktur Indonesia, dan Badan Pengusahaan Batam. (HH/TH/LP/BI)