Berita Umum

Masyarakat Gunung Kidul Antusias Sambut Dialog Sinergi Membangun Bangsa

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Minggu, 13 Agustus 2017
Jumlah Dilihat: 462 kali

GUNUNG KIDUL - Masyarakat Gunung Kidul antusias menyambut dialog Sinergi Membangun Bangsa yang diselenggarakan di Bangsal Sewokoprojo, Gunung Kidul, Sabtu (12/8). Dialog tersebut menghadirkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai Narasumber membahas keberhasilan Pemerintah selama 3 (tiga) tahun ini dalam melakukan sejumlah pembangunan di wilayah Indonesia.

Salah seorang Nelayan dari wilayah Sadeng yang datang ke acara, Bapak Sarpan mengungkapkan kegembiraannya karena diundang dan bisa berdialog dengan Menhub. Sarpan juga mengucapkan terima kasih dengan adanya kebijakan Pemerintah yang membuat tangkapan ikan meningkat.

Saat diajak berdialog dalam acara, Sarpan mengungkapkan alat tangkapan ikan sederhana yang digunakan oleh Nelayan di Gunung Kidul.

"Untuk dapat ikan di lautan, kami tidak menggunakan cantrang, alat tangkapan ikan kami sederhana saja," ungkap Sarpan.

Ditemui usai acara Sarpan sebenarnya ingin menyampaikan permintaan kepada Menhub, yaitu agar pendaftaran dan pengukuran kapal dipindahkan dari Cilacap ke Semarang.

"Saya sebenarnya ingin menyampaikan kepada Menhub supaya pendaftaran dan pengukuran kapal dipindahkan ke Semarang saja, kalau di Cilacap kejauhan," kata Sarpan. Namun karena grogi permintaan tersebut tidak tersampaikan saat dialog.

Terkait dengan bahan bakar kapal, Sarpan menerangkan Pemerintah sangat mendukung aktivitas para Nelayan untuk mencari ikan, termasuk dengan memberikan subsidi bahan bakar solar.

"Pemerintah sangat mendukung aktivitas kami untuk mencari ikan. Solar masih disubsidi, tapi belinya di SPBU Wonosari," terang Sarpan.

Sarpan juga mengungkapkan pendistribusian dari hasil tangkapan ikannya. "Hasil tangkapan kami adalah ikan cakalang dan ikan tuna. Kalau ikannya lebih dari 2 kilo kita kirim ke pabrik. Kalau ikannya kecil kita pasarkan langsung ke konsumen," tutup Sarpan.

Selain Sarpan, sekitar 300 tokoh masyarakat dan tokoh muda dari masyarakat Gunung Kidul tampak hadir pada dialog tersebut. Sebelum dan sesudah dialog, para peserta yang datang dijamu dengan menu khas Gunung Kidul seperti Gatot, Tiwul, Mbak Mie Rebus, Wedang Ronde dan lain-lain. (CRA/TH/BS/HA)