General News

MENHUB BERTEMU VIRTUAL DENGAN MENTERI TRANSPORTASI SINGAPURA YANG BARU BAHAS KERJASAMA SEKTOR TRANSPORTASI

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Thursday, 30 July 2020
View:: 428 times

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kamis (30/7), mengadakan pertemuan secara virtual dengan Menteri Transportasi Singapura yang baru yaitu Ong Ye Kung. Pertemuan tersebut dilakukan untuk perkenalan dan membahas perkembangan sejumlah kerjasama di sektor transportasi di antara kedua negara yang selama ini sudah terjalin dengan intensif.

Menteri Transportasi Singapura yang baru Ong Ye Kung dilantik pada 27 Juli 2020 menggantikan Kwan Boon Wan.

“Selain untuk berkenalan dengan Menteri transportasi Singapura yang Baru Mr. Ong Ye Kung, kami juga membahas sejumlah hal terkait perkembangan kerjasama di sektor transportasi di kedua negara, serta upaya pemulihan kembali konektivitas di masa pandemi dengan mengedepankan protokol kesehatan,” jelas Menhub Budi.

Pada pertemuan tersebut, Menhub menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah menerapkan masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) dimana masyarakat tetap bisa produktif untuk beraktivitas, termasuk bertransportasi, namun tetap aman dari penularan Covid-19.

Untuk itu pihaknya telah mengusulkan inisiasi kepada Menteri Transportasi Singapura sebelumnya (Kwan Boon Wan) terkait dengan potensi pembentukan “travel bubble” antara kedua Negara di masa Pandemi Covid-19.

“Indonesia sedang berupaya memulihkan konektivitas penerbangan internasional dari dan ke Indonesia. Pembentukan travel bubble dilakukan untuk menormalkan atau membuka kembali konektivitas transportasi antar kedua negara dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, sehingga perjalanan tetap aman dan sehat,” ungkap Menhub.

Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung mengatakan, menyambut baik inisiasi dari Menhub untuk melakukan travel bubble antar kedua negara dan bersedia untuk membahas lebih intensif terkait usulan pembentukan travel bubble antara Indonesia – Singapura.

Dalam pertemuan tersebut, kedua Menteri juga membahas sejumlah peluang kerja sama di sektor transportasi seperti : rencana pengembangan transportasi di Ibu Kota Negara Baru, dan sejumlah kerjasama lainnya di sektor darat, laut, udara, dan kereta api. (HH/RDL/LA/RK)