Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

Menhub Sinergikan Stakeholder Untuk Konektivitas Internasional Bandara Belitung

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Sabtu, 28 Oktober 2017
Jumlah Dilihat: 523 kali

BELITUNG. Guna mendorong konektivitas internasional Bandara H.AS. Hanandjoeddin di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi hari ini (28/10) kumpulkan stake holder terkait.

Dalam kesemptan pertemuan yang juga dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem), Menhub menginventarisir hal-hal yang ada di Belitung.

Disampaikan Menhub saat ini kunjungan wisatawan mancanegara ke Belitung sudah cukup baik. Ia menyebut tiap minggu ada wisatawan dari Cina, Singapura, dan Malaysia yang berkunjung ke Belitung melalui Jakarta.

Soal terminal penumpang internasional Bandara H.AS. Hanandjoeddin yang masih dalam proses renovasi, Menhub memastikan renovasi terminal internasional akan selesai akhir November.

“Renovasi terminal internasional selesai di akhir November, selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk membuat paket-paket baru dari Singapura, Malaysia, dan Cina,” kata Menhub Budi usai rapat tertutup dengan stake holder terkait di Bandara H.AS. Hanandjoeddin, Sabtu (28/10).

Renovasi ditujukan untuk meningkatkan kapasitas ruang terminal dari 3.152 m2 menjadi 3.818 m2 atau meningkat 21,22%.

Disamping itu pihaknya memastikan dari sektor perhubungan (bandara) tidak ada masalah termasuk soal perjanjian dengan negara-negara mitra.

Untuk itu, lanjutnya harus dilakukan sejumlah langkah untuk lebih mendorong kunjungan wisatawan ke Belitung.

“Kita akan melakukan semacam promosi di Malaysia dan Singapura karena potensinya luar biasa, kita harus persiapkan dengan baik. Sriwijaya Air bersedia memberikan tarif khusus bagi paket-paket wisata dari dan menuju ke Belitung,” jelas Menhub.

Dengan langkah-langkah ini Menhub menargetkan pada akhir tahun ini akan ada penerbangan internasional ke Belitung.

“Dengan rencana-rencana ini kita harapkan paling lambat 15 Desember kita sudah ada penerbangan pertama yang lebih baik katakan kita bisa charter 10-20 flight uji coba dari Singapura atau Malaysia dengan pesawat Boeing-737 dan dengan itu lebih masif lagi,” ujarnya.

Menhub mengungkapkan ada 2 maskapai yang menyatakan kesiapannya melayani rute penerbangan internasional ke Belitung.

“Yang sudah minat selain Sriwijaya Air ada Malindo Air yang berminat (melayani) ke sini. Tahap pertama kita akan lakukan satu minggu itu 2-3 flight,” tutur Menhub.

Sementara itu Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni menyatakan Kementerian Perhubungan sangat mendukung program Kementerian Pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara ke Indonesia yaitu dengan meningkatkan kapasitas penerbangan internasional dari dan ke tujuan daerah wisata.

“Saat ini sudah ada 79 perjanjian udara yang nenjadi dasar dapat dilakukan penerbangan antar negara selain itu juga sudah ditetapkan 28 bandara di Indonesia yang terbuka untuk penerbangan internasional dimana sampai saat ini dari 79 perjanjian udara yang ada baru 21 perjanjian yang digunakan,” ungkap Kristi.

Demikian pula dengan pemanfaatan bandara berstatus internasional dari 28 bandara internasional baru 19 bandara yang efektif dipakai untuk melayani penerbangan internasional.

Kristi menjelaskan bahwa kapasitas ketersediaan tempat duduk di penerbangan dapat cepat ditingkatkan apabila ada permintaan atau "demand" karena Ditjen Perhubungan Udara memberikan kemudahan bagi maskapai asing untuk terbang ke Indonesia walapun tidak ada perjanjian dengan negara mitra.

“Meskipun tidak ada perjanjian dengan negara mitra, penerbangan dapat dilakukan dengan mekanisme charter atau dapat diizinkan secara berjadwal dengan “temporary basis”. Dengan catatan penerbangan tersebut hanya boleh dilakukan secara “direct flight” atau tidak boleh melalui negara ketiga”, tutur Kristi.

Pada sisi udara, Bandara H.AS. Hanandjoeddin dilengkapi landas pacu atau runway berukuran 2400 m x 45 m, taxiway 67,5 m x 23 m, runway strip 2580 m x 150 m, dan apron 235,6 m x 87,5 m.

Dengan fasilitas yang ada Bandara H.AS. Hanandjoeddin saat ini dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737-300/500/800-NG dan Airbus A-320. Setidaknya terdapat 6 maskapai dalam negeri yang sudah melayani penerbangan dari dan menuju bandara ini diantaranya Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Wings Air, Sriwijaya Air, dan Nam Air.

Bandara H.AS. Hanandjoeddin telah ditetapkan sebagai bandara internasional sejak Desember 2016 melalui surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 856 Tahun 2016 tanggal 22 Desember 2016. (GD/TH/BS/BI)