Badan Pengembangan SDM

Pendidikan Vokasi KEMENHUB Terapkan Metode Link and Match

Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Selasa, 05 Desember 2017
Jumlah Dilihat: 476 kali

SERANG - Pendidikan vokasi yang ada di Kementerian Perhubungan menerapkan metode link and match di industri agar lulusan kita bisa engage dan bisa diterima di industri transportasi selain juga diterima di kepemerintahan. Demikian disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Djoko Sasono dalam kunjungan ke Pesantren Al Mubarok usai menghadiri Dialog Sinergi Membangun Bangsa di Serang, Banten, Senin (4/12).

Djoko menjelaskan Link and match dirintis perencanaanya pada saat sama-sama membuat kurikulum, sama - sama menentukan standar perekrutan dan juga melakukan saat memberikan pandangan dan pada akhirnya setelah lulus ditempatkan di industri transportasi.

"Oleh karenanya saya ingin mengajak santri dan santriwati untuk mau bekerja di bidang transportasi karena kalau berangkat dari pesantren biasanya mempunyai karakter mental siswa yang bagus dan kita berharap transportasi Indonesia lebih berkeselamatan dan barokah,” ujar Djoko.

Dalam kesempatan ini Djoko menjelaskan program pendidikan Perhubungan bahwa pembinaan teknis oleh BPSDMP memiliki program vokasional dari berbagai matra transportasi seperti darat, laut, udara dan perkeretaapian. Yang ingin jadi pelaut bisa sekolah di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), lokasinya di Marunda, Jakarta atau di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) lokasinya di Mauk, Tangerang. Yang ingin jadi pilot atau tenaga ahli penerbangan bisa sekolah di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia(STPI), lokasinya di Curug, Tangerang, dan jika ingin jadi ahli transortasi darat bisa sekolah di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD), lokasinya di Cibitung.

"Semua bidang ini terbuka untuk adik-adik sekalian dan oleh karenanya jika ada yang ingin jadi pilot, nakhoda kapal, masinis kereta api kita punya beasiswa dan berharap adik - adik bisa memanfaatkan kesempatan ini,” papar Djoko.

Lebih lanjut Djoko mengatakan program diklat pemberdayaan masyarakat untuk tahun anggaran 2018 akan diberikan untuk 100.000 orang dalam bentuk diklat vokasi bidang transportasi.

"Harapannya buat lulusan sejalan dengan perkembangan waktu dan teknologi lulusannya bisa meraih gelar pendidikan tertinggi karena vokasi itu dari pendidilan D1 sampai S3,” tutup Djoko.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo menambahkan bahwa dengan pendidikan pesantren ini adalah bekal untuk menyongsong Indonesia yang maju tapi tanpa kehilangan jati dirinya dengan spiritual kita yang tetap menjaga pluralisme atau kebhinekaan.

Dengan kerjasama ini bisa terus terjalin dan tetapi tetap kita akan memberikan perhatian karena dalam dunia akademis ini paling utama adalah kejujuran dan sportifitas dan tidak bisa dengan alasan keberpihakan kita tidak jujur dan tidak sportif.

"Pendidikan yang paling mahal adalah kejujuran. Para santri juga harus belajar agar bisa memenuhi standar mininum, passing grade harus tetap dilewati.Saya percaya dengan apa yang dibekalkan dan diberikan dari pesantren ini, kita mempunyai harapan yang cerah terhadap masa depan bangsa,” pungkas Sugihardjo.

Program diklat di bawah pemberdayaan masyarakat dibebaskan dari biaya. Lokasi tersebar di 27 sekolah BPSDM Perhubungan diseluruh Indonesia. Diklat ini ditargetkan untuk masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah terluar, terisolir, rawan bencana dan perbatasan, yang memiliki ijazah SLTP, SLTA atau sederajat, yang secara ekonomi tidak mampu dan berusia minimal 16 tahun. (YP/TH/AL/BI)