(Jakarta, 10/03/10) Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta sempat ditutup sementara oleh PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara, Rabu (10/3), petang. Akibat penutupan ini sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju bandara tersebut terganggu.
Manager Operasi PT Angkasa Pura I cabang Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta Halendra YW mengungkapkan, alasan penutupan ini karena gangguan cuaca yang mengakibatkan berkurangnya jarak pandang pilot yang hendak melakukan pendaratan maupun lepas landas.
”Penutupan kami lakukan selama sekitar 50 menit, sejak pukul 15.00 hingga 15.50 WIB, dengan alasan keselamatan. Setelah cuaca membaik, bandara langsung kami buka kembali. Sekarang, kondisinya sudah normal lagi,” jelasnya saat dihubungi.
Menurut Halendra, akibat cuaca buruk yang tersebut, jarak pandang di bandara yang dikelolanya itu hanya sepanjang 500 meter. Sementara menurut aturan keselamatan penerbangan, jarak pandang minimal yang diizinkan baik untuk mendarat maupun lepas landas adalah 1.200 meter.
”Akibat kita tutup, ada beberapa pesawat yang sempat holding di udara, menunggu cuaca membaik. Ada juga yang RTB (terbang kembali ke bandara asal). Bandara kita buka setelah jarak pandang terbang mencapai 1.500 meter,” imbuhnya.
Pesawat-pesawat yang bertahan di udara dan akhirnya terbang kembali ke bandara asal itu, antara lain Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 212 tujuan Jakarta-Jogja; Wings Air nomor penerbangan IW 1812 rute Bandung-Jogja; Mandala Airlines RI 349 yang terbang dari Balikpapan. ”Kalau yang dibatalkan penerbangannya ada dua pesawat. Yaitu Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 211 tujuan Jojgja-Jakarta; serta Lion Air nomor penerbangan JT 557 yang juga tujuan Jakarta,” pungkas Halendra. (DIP)








(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.
(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.
(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api.