(Tangerang,01/09/2010) Pelayanan informasi menjadi hal utama dalam penyelenggaraan angkutan udara lebaran 2010 di Bandara Soekarno Hatta. “Komunikasi dan informasi merupakan kunci keberhasilan dan kelancaran penyelenggaraan angkutan lebaran oleh karena itu pemberian informasi kepada masyarakat harus diupayakan lebih intensif sehingga pengguna jasa memahami kondisi yang ada, “ jelas Menhub. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi yang diwakili oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti saat menjadi inspektur Apel Siaga Kesiapan Angkutan Lebaran 2010/1431 H di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng , Selasa (1/9)
“Apabila memang harus terjadi keterlambatan dalam penerbangan, informasi keterlambatan tersebut secepatnya disampaikan kepada pengguna jasa agar masyarakat dapat memahami kondisi permasalahan yang terjadi dan tidak menimbulkan kekacauan,” papar Menhub. Menhub berpesan kepada para operator penerbangan dan Bandara agar bekerjasama dalam memberikan penjelasan sedini mungkin dan tidak melempar tanggung jawab dalam penanganan penumpang bila terjadi keterlambatan. Menhub juga menambahkan agar operator dapat menyusun rencana operasi penerbangan dengan baik terkait izin penambahan penerbangan (extra flight) yang dikeluarkan pemerintah untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang penerbangan.
Menhub berpesan kepada semua pihak terkait pada pelaksanaan angkutan lebaran agar memperhatikan hal – hal seperti melakukan pengawasan terhadap kelaikan seluruh sarana dan presarana bandara serta pesawat untuk menjaga tingkat keselamatan penerbangan dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait termasuk pemerintah daerah setempat oleh Administrator Bandara; memberikan pelayanan kepada masyarakat secara optimal oleh para petugas lapangan dan posko; mengambil tindakan tegas namun bijaksana terhadap kegiatan yang mengganggu kelancaran pelayanan sesuai ketentuan oleh petugas POLRI dan keamanan bandara; dan memfungsikan fasilitas pemantauan secara optimal melalui CCTV.
Senada dengan Menhub, Herry Bakti menyampaikan bahwa kesuksesan penyelenggaraan angkutan mudik lebaran dengan penerbangan harus ada koordinasi yang baik antara para stakeholders seperti komunitas bandara, operator, pemerintah, dan pengelola bandara. Herry menambahkan puncak keramaian arus mudik di Bandara Soekarno Hatta diprediksi akan terjadi pada H-2 dan H-3 lebaran. Dalam laporannya, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sekitar 11% pada masa angkutan udara lebaran tahun 2010 khususnya pada H-7 hingga H+7 jika dibandingkan tahun 2009. Jumlah penumpang tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 2.628.700 orang jika dibandingkan tahun 2009 sebanyak 2.368.199 orang.
Apel siaga ini dihadiri oleh segenap jajaran unsur terkait di bandara Soekarno-Hatta seperti Administrator Bandara, PT (Persero) Angkasa Pura II, Imigrasi, Bea Cukai, Kepolisian, operator penerbangan, dan komunitas bandara lainnya. Apel kesiapan ini merupakan upaya Kementerian Perhubungan untuk menghadapi angkutan lebaran 2010 di Bandara Soekarno Hatta pada H-10 lebaran. (ARI)








(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.
(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.
(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api.