Berita  SERIBU KA EKONOMI AC DIHARAPKAN TERBANGUN HINGGA 2013 Print
SERIBU KA EKONOMI AC DIHARAPKAN TERBANGUN HINGGA 2013

(Jakarta, 3/9/10) Seribu unit kereta api kelas ekonomi berpendingin ruangan (AC) hingga  diharapkan bisa terbangun hingga akhir tahun 2012. Dengan demikian, pada 2013, seluruh KA ekonomi yang beroperasi tidak lagi seperti sekarang ini. Upaya ini akan menjadi program berkesinambungan Pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pada jasa angkutan KA di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat meluncurkan pengoperasia KA Ekonomi AC Bogowonto di Stasiun Pasar Senen, Jumat  (3/9) malam. ”Kalau bisa seluruh KA ekonomi bisa di-upgrade menggunakan AC sampai 2013, tentunya hal ini akan bisa lebih menjamin kenyamanan masyarakat yang menggunakannya.  Sehingga diharapkan pada 2013 mendatang tak ada lagi KA kelas ekonomi reguler seperti yang telah ada saat ini,” ujar Menhub.

Menhub memaparkan, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian sendiri telah memulai program tersebut mulai 2010  ini. KA Bogowonto yang pengoperasiannya diserahkan kepada PT Kereta Api Indonesia untuk melayani lintasan Jakarta-Kutuarjo, menjadi langkah awal pemerintah untuk merealisasikan komitmen tersebut.

”Saya mengharapkan, pembangunan seribu unit KA ekonomi AC bisa selesai kurun dua tahun. Kalau setiap tahun dikerjakan sebanyak 500 unit, berarti pada 2012 seribu unit bisa diselesaikan sehingga 2013 semuanya sudah ber-AC. Dan, tidak semuanya harus dibangun baru seperti KA Bogowonto, yang sudah ada dan beroperasi kita akan modifikasi dengan ditambahi fasilitas AC,” tuturnya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan menambahkan, program ”mendinginkan” seluruh KA ekonomi baik jarak jauh maupun jarak pendek dan komuter, merupakan program jangka panjang yang dirancang Ditjen Perkeretaapian. Secara bertahap, jelasnya, upaya itu akan dilakukan dengan memanfaatkan ketersediaan anggaran yang dimiliki pemerintah.

”Kita tidak bisa sekaligus menarik kereta dan memasangi semuanya dengan AC. Program ini harus  disesuaikan dengan jadwal pengoperasian keretanya agar pelayanan tidak terganggu. Berbeda kalau kita harus membangun KA baru seperti Bogowonto, itu tidak memengaruhi jadwal operasi yang sudah existing. Selain itu, dananya juga harus dilihat,” papar Tundjung.

Menurutnya, untuk memasang peralatan pendingin udara pada satu unit kereta saja dibutuhkan anggaran sedikitnya Rp 800 juta. Sementara untuk membangun satu rangkaian KA baru seperti KA Bogowonto, dibutuhkan dana hingga Rp 38,3 miliar. ”Kalau semua harus mengandalkan keuangan negara, tentu tidak akan mungkin. Karenanya, agar dapat merealisasikan program ini, kita pasti akan melibatkan sektor swasta untuk membantu. Bentuk konsesinya seperti apa, itu bisa disesuaikan dengan kontribusi yang diberikan. Misalnya, bisa dibarter dengan beriklan di kereta, dll,” papar Dirjen Tundjung. (DIP)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
INDONESIA TARGETKAN JADI ANGGOTA DEWAN ICAO PADA 2013

(Jakarta, 3/2/2012) Indonesia bertekad untuk kembali menjadi anggota dewan ICAO. Upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut.Keinginan Indonesia untuk kembali menjadi anggota Dewan ICAO disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kanada Dienne H. Moehario, Kepala BPSDM Capt Bobby Mamahit dan Irjen Kemenhub Iskandar Abubakar dalam teleconfrence usai peresmian kantor kepentingan pada ICAO (International Civil Aviation Organization) di  Montreal Kanada, Jumat (3/2).

Baca Selengkapnya
TELECONFERENCE DARI MONTREAL : KANTOR PERWAKILAN INDONESIA DI ICAO, WUJUD KOMITMEN TINGKATKAN PENERBANGAN NASIONAL

(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.

Baca Selengkapnya
KANTOR KEPENTINGAN INDONESIA PADA ICAO DIRESMIKAN

(Montreal, 2/2/2012) Kementerian Perhubungan mengambil langkah-langkah strategis dalam  upaya pengembangan dunia penerbangan Indonesia di kancah penerbangan internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui upaya penguatan dan pengembangan kerja sama Indonesia dengan Sekretaris Jenderal ICAO. peningkatan partisipasi Indonesia dalam seluruh kegiatan ICAO. Upaya peningkatan citra Indonesia dalam kemajuan pengembangan bidang penerbangan sipil Indonesia di ICAO dan komunitas internasional, upaya mempromosikan kemajuan penerbangan sipil Indonesia, mengikuti perkembangan standar dan regulasi penerbangan sipil internasional.

Baca Selengkapnya
KRDI AC WAY UMPU RESMI BEROPERASI DI JALUR TANJUNG KARANG-BLAMBANGAN UMPU

(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.

Baca Selengkapnya
LAMPUNG KEMBANGKAN PERKERETAAPIAN

(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api. 

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi