(Jakarta, 7/9/2010) Dibandingkan tahun sebelumnya, volume penumpang udara pada H-4 Lebaran tahun ini mengalami penurunan. Tidak hanya pada rute domestik, kondisi serupa juga berlaku bagi rute penerbangan internasional.
Kepala Pelaksana Harian Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran 2010 Elly Adriani Sinaga mengatakan, jika mengacu pada kondisi tahun lalu, peningkatan tinggi justeru terjadi antara H-7 hingga H-5 Lebaran. "Ini berdasarkan data yang dari 13 bandar udara pantauan yang telah melaporkan hingga pagi hari ini," jelas Elly, Selasa (7/9).
Disebutkan, ke-13 dari 24 bandara yang aktif memberikan laporannya tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Minangkabau Padang, SultanSyarif Kasim II Pekanbaru, Sultan Thaha Jambi, SM Badaruddin II Palembang, Supadio Pontianak, Sepinggan Balikpapan, Hasanuddin Makassar, Polonia Medan, Depati Amir Pangkal Pinang, Hang Nadin Batam, Juanda Surabaya, dan Sam Ratulangi Manado. "Sebelas bandar udara belum mengirimkan laporan. Mungkin menyusul," imbuh Elly.
Elly menjelaskan, pada penerbangan domestik, jumlah penumpang turun 4,15 persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2009, jumlah penumpang 90.220 orang dan tahun ini 86.472 orang.
Menurut Elly, untuk angkutan udara luar negeri, jumlah penumpang pun mengalami penurunan hingga 31,87 persen dibandingkan tahun lalu. Ini data yang dihimpun dari tiga bandara yang telah melapor, yakni Soekarno-Hatta, Polonia, dan Juanda. Sementara Ngurah Rai Denpasar belum juga memberikan laporan. Pada H-4, jumlah penumpang pada 2010 12.658 orang, turun dari tahun lalu yaitu 18.578 penumpang. (DIP)








(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.
(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.
(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api.