”Persaingan yang keras menuntut kesiapan kita untuk mampu beradaptasi, agar kita selalu siap saat bersaing dengan bangsa lain,” kata Menhub Jusman. Menhub berharap, para taruna transportasi itu dapat mengabdikan kemampuannya secara optimal kepada masyarakat. ”Karena itu, para wisudawan diharapkan bisa secara terus menerus membekali diri dan meningkatkan kompentensi sesuai bidang keilmuan yang ditekuni,” lanjut Menhub.
”Kita memerlukan SDM transportasi yang mampu bekerja. Karena itu Badan Diklat Perhubungan, sebagai salah satu unit kerja di lingkungan Dephub, dituntut untuk selalu menghasilkan lulusan yang siap pakai dan berkualitas tinggi,” tegasnya. Kepala Badan Diklat Dephub Dedi Darmawan menambahkan, para taruna di sejumlah lembaga pendidikan sektor transportasi itu adalah tulang punggung kelangsungan industri transportasi nasional. ”Taruna kita bukan saja diminati para operator dalam negeri, tetapi juga banyak dari luar negeri. Jadi, peluang kerjanya sangat besar,” jelasnya.
Dari seluruh wisudawan, sebanyak 131 taruna antara lain berasal dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) , Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sebanyak 263 taruna, dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug sebanyak 131 taruna. ”Selain sekolah tinggi juga ada taruna yang berasal dari balai pendidikan dan pelatihan transportasi,” katanya. (DIP)








(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.
JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.