Berita    WAMENHUB: JANGAN ADA LAGI KEKERASAN DI LINGKUNGAN DIKLAT PERHUBUNGAN Print
WAMENHUB: JANGAN ADA LAGI KEKERASAN DI LINGKUNGAN DIKLAT PERHUBUNGAN

(Makassar, 12/2/2010) Indonesia saat ini dan di masa mendatang membutuhkan SDM pelayaran dan penerbangan profesional yang dapat diandalkan dalam jumlah yang cukup besar. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tingginya tingkat penyerapan lulusan dari setiap lembaga pendidikan di kedua sektor tersebut. Terkait hal itu, lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan diminta untuk berkonsentrasi penuh mencetak tenaga perhubungan yang kompeten sesuai kebutuhan tanpa harus terkontamintasi lagi oleh budaya aksi kekerasan.
 
”Tingkat penyerapan lulusan lembaga diklat pelaut dan penerbangan mencapai 100 persen. Kebutuhan akan tenaga pelaut dan penerbangan saat ini masih sangat besar. Negara membutuhkan SDM perhubungan yang berkualitas dan baik, karena itu saya minta jangan ada lagi yang aneh-aneh di sini,” ungkap Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, di sela inspeksi mendadak di dua sekolah milik Kementerian Perhubungan, Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar serta Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Jumat (12/2) malam, WITA.
 
Pernyataan tegas tersebut diungkapkan Wamenhub tidak hanya kepada pengelola sekolah yang dikunjunginya, tetapi juga kepada seluruh taruna dan taruni yang tengah menuntut ilmu di kedua lembaga pendidikan khusus tersebut. Upaya penghapusan budaya kekerasan di lingkungan lembaga pendidikan dan pelatihan perhubungan, tegasnya pula, merupakan komitmen kuat dirinya dan Menhub Freddy Numberi.
 
”Pak Menteri dan saya tidak akan mentolerir kekerasan. Kalau ada, yang terlibat tidak hanya akan dipecat dari sekolah, tetapi akan langsung kita pidanakan. Jadi, berusahalah untuk lulus dengan baik. Tugas taruna di sini hanya belajar, bukan untuk bikin yang aneh-aneh,” imbuh Wamenhub.
 
Menurut Wamenhub, budaya aksi kekerasan akan membuat para taruna kehilangan konsentrasi dalam menyerap materi pendidikan yang diajarkan, sehingga tak lagi mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sesuai kompetensi yang dimiliki. Kehadirannya di kedua sekolah tersebut secara mendadak adalah memastikan bahwa pelaksanaan pendidikan dan pelatihan benar-benar dijalankan dengan baik, serta memastikan bahwa tak ada lagi aksi kekerasan di kalangan siswa seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
 
Wamenhub sempat menyinggung perihal tayangan aksi kekerasan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta, yang baru-baru ini gencar diberitakan baik oleh media televisi. Dia tidak menyangkal bahwa sidak yang dilakukannya juga terkait dengan penayangan tersebut. ”Yang ada di berita-berita itu kejadian-kejadian yang sudah sangat lama, tidak ada yang baru. Karena itu, di sini saya ingin memastikan bahwa aksi itu benar-benar sudah tidak ada lagi sekarang,” jelasnya.
 
Dalam kunjungannya, Wamenhub sempat mewawancarai sejumlah taruna baik di ATKP maupun PIP Makassar untuk mendapatkan pengakuan jujur seputar pola pendidikan dan interaksi kehidupan sosial di lingkungan asrama. Termasuk juga perihal pola hubungan siswa senior kepada siswa junior. Tidak hanya itu, Wamenhub juga menyempatkan diri untuk berkeliling asrama, antara lain memantau kondisi ruang tidur, ruang makan, kamar mandi dan toilet para taruna.
 
”Ada taruna tingkat empat ATKP Makassar yang mengaku, saat masih junior dulu dia dan rekan-rekan seangkatannya sempat mendapatkan pukulan dari seniornya. Tetapi dia tidak dendam, bahkan malah bersama-sama menginisiasi pembentukan Dewan Musyarah Taruna untuk mengantisipasi kekerasan di sekolahnya. Mereka tidak mau apa yang mereka rasakan dulu, tidak berlanjut ke generasi setelahnya. Ini sangat bagus,” tutur Wamenhub.
 
Kementerian Perhubungan sendiri, lanjut Wamenhub, terus mengupayakan penghilangan aksi kekerasan dengan meningkatan kualitas pendidikan. Antara lain dengan mengubah pola sistem pendidikan dengan penyempurnaan kurikulum, serta meningkatkan kualitas tenaga-tenaga pengajar. ”Dengan memakasimalisasikan anggaran yang ada, fasilitasnya juga kita tingkatkan agar tidak ketinggalan dan sesuaikan dengan standar, serta agar mampu memproduksi lulusan berkualitas dengan jumlah yang lebih besar,” pungkasnya. (DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi