Berita    ENAM FASILITAS BARU PENUNJANG PENDIDIKAN KEPELAUTAN DIRESMIKAN Print
ENAM FASILITAS BARU PENUNJANG PENDIDIKAN KEPELAUTAN DIRESMIKAN

(Jakarta, 24/2/10) Enam fasilitas baru penunjang pendidikan kepelautan di sekolah-sekolah kepelautan di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perhubungan, Kementerian Perhubungan, diresmikan. Keenam fasilitas baru tersebut antara lain berada Jakarta, Semarang, Surabaya, serta Makassar.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang meresmikan pengoperasian fasilitas tersebut mengatakan, ini merupakan investasi yang dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas perwira-perwira pelaut Indonesia di masa mendatang. Fasilitas ini juga merupakan upaya peningkatan kemampuan pelatihan praktik yang sangat penting dalam pendidikan pelatihan pelaut. Targetnya adalah menyediakan pendidikan dan pelatihan pelaut yang sesuai dengan standar dan konvensi internasional yang diamanatkan dalam Standar of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) yang diamandemen tahun 1995.

”Pemerintah Indonesia secara berkesinambungan terus melakukan upaya meningkatkan kemampuan dengan melakukan investasi pada fasilitas pendidikan dan pelatihan pelaut yang menyebar di seluruh wilayah nusantara,” papar Wamenhub dalam acara yang digelar di Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta, Rabu (24/2).

Keseriusan pemerintah Indonesia dalam membangun moda transportasi laut yang handal tidak sebatas pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, akan tetapi di semua lini dan aspek yang berhubungan dengan sistem pelayaran. Hal tersebut terwujud dalam Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional dengan menerapkan Azas Cabotage. Dengan adanya fasilitas tersebut, para siswa sekolah pelaut di setiap jenjang memiliki kesempatan mempraktikkan teori yang diperolehnya di workshop yang tersedia sebelum melakukan praktik berlayar (Shipboard Training).

Pembangunan fasilitas pendidikan dan pelatihan kepelautan berteknologi modern ini, Wamenhub menambahkan, merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelaut kita agar sesuai dengan kualifikasi internasional dan mampu bersaing dengan para pelaut dari negara lain.

”Indonesia adalah negara kepulauan dimana transportasi laut mempunyai peranan vital dalam pembangunan ekonomi baik secara nasional maupun internasional. Sarana, prasarana dan SDM yang memadai mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan kelancaran arus barang dan penumpang melalui angkutan laut, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 261 tentang Pelayaran,” lanjutnya.

Kepala Badan Diklat Perhubungan Dedi Darmawan menambahkan, untuk membangun fasilitas yang berupa bangunan dan peralatan praktik tersebut, pemerintah mendapatkan bantuan pinjaman lunak dari pemerintah Jepang melalui lembaga kerjasama internasional negara Matahari Terbit itu, Japan International Cooperation Agency (JICA). ”Nilai kontrak pembangunan Maritime Education And Training Improvement  (METI) Project ini, sebesar ¥ 4 miliar dan Rp90 miliar,” sebutnya.
 
Menurut Dedi, keenam fasilitas baru yang mengadopsi sejumlah peralatan moderen itu berada di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, BP3IP Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, PIP Semarang, Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, dan BP2IP Barombong Sulsel. ”Seluruh proyek telah selesai 100 persen. Kecuali di  BP2IP Barombong, baru mencapai 40 persen di luar fasilitas tambahan,” jelasnya.

Dedi mengharapkan, keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut mendukung upaya Badan Diklat Perhubungan untuk merealisasikan program pencetakan perwira pelaut andal dan kompeten hingga 6.000 orang per tahun. ”Dunia sedang krisis SDM pelaut. Dalam 10 tahun ke depan, sedikitnya dibutuhkan 40 ribu perwira pelaut oleh pelayaran internasional. Kontribusi pelaut-pelaut kita di pelayaran internasional lumayan besar, jumlahnya mencapai 90an ribu orang,” pungkasnya. (DIP)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi