Berita    PERKEMBANGAN INDUSTRI PENERBANGAN PERLU DIIKUTI PENGEMBANGAN SDM Print
PERKEMBANGAN INDUSTRI PENERBANGAN PERLU DIIKUTI PENGEMBANGAN SDM

(Surabaya, 3/6/2010) Penyediaan dan Pengembangan SDM di bidang transportasi udara perlu disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan pertumbuhan industri penerbangan saat ini. Hal tersebut disampaikan Sekertaris Badan Diklat Kementerian Perhubungan, Wahju Satrio Utomo dalam rangka sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan di Hotel Elmi,Surabaya, kamis (3/6).

Wahju mengatakan, dalam rangka mempersiapkan kebijakan serta pelaksanaan undang-undang tersebut, persiapan yang dilakukan tidak hanya terbatas pada aspek prasarana dan sarana transportasi saja, namun juga perlu dipersiapkan sumber daya manusia di bidang transportasi yang professional dan andal. Hal ini dilakukan agar sumber daya manusia bidang transportasi di Indonesia dapat berkompetisi di level internasional.

Menurut Wahju, keselamatan transportasi sangat terkait erat dengan standar yang harus terpenuhi oleh suatu alat angkut atau hal lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan transportasi. “Dalam rangka pemenuhan standar dan persyaratan tersebut dibutuhkan keterlibatan manusia, karena manusia sebagai pelaku atau unsur yang sangat penting dalam penyelenggaraan transportasi,” ujarnya.

Wahju mengharapkan, sosialisasi ini dapat memberikan sumbangsih terhadap proses penyiapan kebijakan di bidang sumber daya manusia di bidang transportasi yang pada giliranya akan meningkatkan pula pelayanan jasa transportasi. ”Dalam rangka proses penyiapan kebijakan sumber daya manusia untuk menyikapi perkembangan industri penerbangan, tidak terlepas dari peran serta dan keterlibatan banyak pihak,” tandasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan pakar-pakar serta praktisi baik dari kalangan Pemerintah maupun akademisi yang selama ini memang menangani bidang angkutan udara, antara lain : Guru Besar Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, Prof. Dr. H.K Martono, SH, LLM, Kepala Bagian Hukum Perhubungan Udara, Rudi Richardo, SH, MH, dari Direktorat Angkutan Udara Ditjen Hubud, Djoko Murdjatmojo serta Dr. Titut Setiawan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai kalangan baik dari kalangan internal Kementerian Perhubungan maupun dari kalangan akademisi yang diwakili oleh berbagai Universitas di Jawa Timur dan unsur Pemerintah Kota Surabaya serta Bappeda Jawa Timur. (RAS/RDH)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi