Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan, akan memberikan beasiswa untuk tenaga magister dibidang transportasi kepada 50 orang PNS Departemen Perhubungan dan Dinas Perhubungan yang pelaksanaanya bekerja sama dengan
-
Fakultas Pasca Sarjana U.I., Program Studi Teknik Sipil Bidang Keahlian Magister Transportasi
-
Fakultas Pasca Sarjana UGM, Program Studi Teknik Sipil Bidang Keahlian Magister Sistem Teknik Transportasi
-
Fakultas Pasca Sarjana UNDIP, Program Studi Teknik Sipil Bidang Keahlian Transportasi
-
Fakultas Pasca Sarjana UNJ, Program Studi Manajemen Pendidikan dan Teknologi Pendidikan
-
Fakultas Pasca Sarjana ITB, Program Studi Perencanaan Wilayah Kota (Program Reguler)Bidang Keahlian Sistem Infrastruktur dan Transportasi
-
Fakultas Pasca Sarjana ITS, Program Studi Teknik Sipil Bidang Keahlian Manajemen dan Rekayasa Transportasi
Saat ini sedang berlangsung proses seleksi yang diselenggarakan
oleh Universitas tersebut, dan hasilnya akan diseleksi Tim yang dibentuk
berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan
Nomor : SK.832/KP.303/DIKLAT 06
Susunan Tim seleksi Akademik tersebut
adalah
:
Pembina
: Kepala Badan Diklat Perhubungan
Ketua
Pelaksana : Sekretaris Badan Diklat
Perhubungan
Sekretaris :
Kabag Kepegawaian Setdan Diklat Perhubungan merangkap
anggota
Anggota :
Kepala Biro Kepegawaian & Organisasi
Dephub
Anggota
: Ses. Ditjen Perhubungan
Darat
Anggota
: Ses. Ditjen Perhubungan
Laut
Anggota
: Ses. Ditjen Perhubungan
Udara
Anggota
: Ses. Ditjen Perhubungan
Perkeretaapian
Anggota
: Ses. Badan Litbang
Perhubungan
Anggota
: Ses. Badan
Sarnas
Anggota
: Kabag Pengembangan Pegawai Biro Kepeg. & Organisasi Dephub








(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.
JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.