Berita  Badan Penelitian dan Pengembangan  KOMPETENSI PENELITI FAKTOR PENTING UNTUK WUJUDKAN JURNAL PENELITIAN YANG BERKUALITAS Print
KOMPETENSI PENELITI FAKTOR PENTING UNTUK WUJUDKAN JURNAL PENELITIAN YANG BERKUALITAS

(Jakarta, 22/04/10) Upaya perwujudan jurnal penelitian yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dengan upaya pembinaan kompetensi peneliti untuk melakukan kegiatan penelitian sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan mengekspresikan hasil penelitian dalam suatu karya tulis ilmiah yang memenuhi standar yang berlaku. Demikian dinyatakan Kepala Badan Litbang, Ir. Denny Siahaan pada pembukaan Temu Karya Peneliti Tahap I Tahun 2010 dengan tema “Mewujudkan Jurnal Penelitian Berkualitas Sejalan Dengan Upaya Peningkatan Kompetensi Peneliti Dalam Membuat Karya Tulis Ilmiah” di Kantor Badan Litbang Perhubungan, Jakarta, 22 April 2010.

Kabadan Litbang menambahkan, kompetensi peneliti, kualitas tulisan ilmiah dan jurnal penelitian yang terakreditasi merupakan tiga komponen yang saling terkait dan saling mempengaruhi. Mutu tulisan yang berkualitas dapat dicapai apabila para Peneliti/Calon peneliti memiliki pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap (attitude) yang baik, konsisten di bidang penelitiaannya, visioner dan memiliki wawasan, serta memiliki motivasi dan etos kerja yang baik.

Untuk itu, dalam rangka meningkatkan mutu penulisan ilmiah hasil penelitian Peneliti dan Calon Peneliti, Badan Litbang Perhubungan menyelenggarakan Temu Karya Peneliti 2 (dua) kali dalam satu tahun. Tujuan dari penyelenggaraan Temu Karya Peneliti Tahap I Tahun 2010 kali ini adalah untuk menambah wawasan peneliti/calon peneliti dengan mengikuti ceramah dan diskusi; meningkatkan kinerja peneliti dan kualitas penelitian bersarkan hasil penilaian para pakar dan kelompok peneliti; mengembangkan inovasi dan kreativitas peneliti melalui berbagai penemuan teori dan metodologi di bidang transportasi; serta terwujudnya karya tulis yang berkualitas, serta meningkatnya nilai akreditasi jurnal penelitian Badan Litbang Perhubungan.

Selanjutnya Kabadan Litbang menjelaskan, dalam teknis pelaksanaannya, seluruh peserta Temu Karya Peneliti Tahap I ini dibagi dalam 4 kelompok diskusi, yaitu Kelompok diskusi Peneliti Manajemen Transportasi Multimoda dan Lintas Sektoral, Kelompok diskusi Peneliti Transportasi Darat, Kelompok diskusi Peneliti Transportasi Laut, dan Kelompok diskusi Peneliti Udara. Masing-masing kelompok diskusi membahas 8 penelitian dari 8 peneliti, sehingga total ada 32 penelitian yang dibahas dalam kegiatan kali ini. Setiap sesi diskusi dilaksanakan selama 30 menit, yang terdiri dari 5 menit persiapan, 10 menit menyajian, 10 menit tanya jawab, dan 5 menit evaluasi pembahas/penilai. Selain peserta dan peneliti, setiap kelompok terdiri dari satu orang pembahas/penilai dari LIPI dan satu orang moderator/pendamping dari Badan Litbang Perhubungan.

Sebelumnya dilaksanakan Ceramah Ilmiah oleh DRs. M. Bashori Imron, M.Si., Kepala Pusbindiklat Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dengan topik bahasan: “Peningkatan Mutu Tulisan Dalam Rangka Meningkatkan Akreditasi Jurnal Badan Litbang Perhubungan.” (YFA)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi