Berita  Badan Penelitian dan Pengembangan  KENAIKAN TARIF KA HARUS DIIMBANGI PENINGKATAN PELAYANAN Print
KENAIKAN TARIF KA HARUS DIIMBANGI PENINGKATAN PELAYANAN

(Jakarta, 17/6/2010) Berdasarkan survey ability to pay(ATP) dan wilingness to pay (WTP) masyarakat pengguna KA ekonomi yang dilakukan Kementerian Perhubungan dihasilkan kesimpulan mayoritas masyarakat pengguna KA ekonomi tidak keberatan dengan kenaikan tarif demi peningkatan pelayanan KA yang lebih baik. Survei dilakukan melalui wawancara secara langsung di stasiun dan di atas KA ekonomi antar kota maupun KA ekonomi perkotaan pada 17 Februari - 14 Maret 2010, dengan jumlah responden 7518 orang. Hal tersebut disampaikan Peneliti dari Puslitbang Perhubungan Darat, Bahal M L Gaol saat menyampaikan paparannya di acara Round Table Discussion (RTD) badan Litbang Kementerian Perhubungan, di kantor Litbang dan Diklat Kemenhub, Jakarta (17/6).

Lebih lanjut Bahal menjelaskan kenaikan tarif tersebut harus benar benar diimbangi peningkatan pelayanan baik kenyamanan dan keamanan karena kondisi fisik KA kelas ekonomi saat ini sudah tidak layak lagi. “Jika tarif KA ekonomi resmi dinaikkan, manajemen PT. KA harusnya meningkatkan pelayanan kepada para penumpang serta memenuhi standar pelayanan minimun (SPM) sesuai PP 56 tahun 2009 tentang penyelenggaan Perkeretaapian, “ ujarnya. Menurut Bahal, sebenarnya dalam rangka meningkatkan pelayanan KA ekonomi terdapat dua pilihan yaitu menaikan dana subsidi Public Service Obligation (PSO) atau menaikan tarif. “Pilihan sementara adalah pada usulan kebijakan tarif, sebab usulan dana PSO tahun 2010 tidak mengalami kenaikan ata sama dengan dengan alokasi PSO tahun 2009 lalu yaitu sekitar 535 M.

Sementara itu, Direktur Lalu lintas dan Angkutan KA Ditjen Perkeretaapian, Asril Syafei yang juga hadir sebagai pembicara menjelaskan, sejak tahun 2002 tarif KA kelas ekonomi ini belum pernah mengalami kenaikan. “sementara, akibat inflasi terjadi kenaikan komponen biaya (cost) KA tiap tahunnya,” ujarnya. Menurut Asril, ada beberapa indiktor yang menyebabkan komponen biaya semakin tinggi, indikator tersebut antara lain : fluktuasi BBM dan tarif listrik yang semakin naik. Asril menjelaskan, PT. KA melaui Kementerian Perhubungan telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk menaikan subsidi (PSO) KA ekonomi untuk tahun 2010 ini, namun realisasinya PSO tidak dinaikan. “Oleh karena itu opsi yang paling mungkin adalah dengan menaikkan tarif,” jelasnya.

Senada dengan Bahal Asril meminta, jika tarif KA ekonomi naik, PT. KA harus mampu meningkatkan pelayanan antar lain : meminimalisasikan waktu keterlambatan, mengingkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang, meningkatkan fasilitas di dalam KA, dan meningkatkan keamanan di dalam perjalanan KA.

Acara RTD ini dibuka oleh KA Badan Litbang Denny Siahaan, dan dimoderatori oleh Kepala Pusat Litbang Perhubungan Darat, Widiatmoko dan hadir sebagai pembicara Dirut PT. KA, Sulistyo Wimbo dan perencana madya Biro Perencanaan, Nurul Azizah dan sebagai pembahas hadir perwakilan dari Bappenas, Petrus Sumarsono, dari YLKI, Sudaryatmo, perwakilan dari MTI, Joko Setijowarno dan perwakilan dari Masyarakat Pencinta Kereta Api (MASKA), Moch. S. Hendrowijono. (RDH)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi