Sejauh ini implementasi Sistranas masih terus membutuhkan tindaklanjut, agar terdapat keterpaduan dengan sistem pengembangan tata guna lahan dan prioritas pembangunan pusat dan daerah. Dalam hal ini Sistranas memiliki sifat filosofis aspiratif sebagai landasan penyusunan peraturan perundangan bidang transportasi ataupun pedoman/arahan kebijakan pengembangan transportasi. Mencermati hal ini kebutuhan akan adanya hasil penelitian dan pengembangan yang memadai dan relevan sangat dibutuhkan dalam proses penyusunan kebijakan di sektor transportasi kini dan mendatang.
Sehubungan dengan hal tersebut maka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Departemen Perhubungan pada tanggal 10 – 13 Mei 2005 mengambil tema "Melalui Rakornis Litbang Transportasi, Kita Tingkatkan Keterpaduan Penelitian Dalam Rangka Perwujudan Sistranas yang Efektif dan Efisien". Rakornis yang dibuka oleh Menteri Perhubungan pada tanggal 10 Mei 2006 di Kantor Pusat Departemen Perhubungan ini, melibatkan peserta dari unsur stakeholder Litbang Departemen Perhubungan meliputi para Dirjen dan Badan di lingkungan Departemen Perhubungan, Litbang Pusat terkait, Dinas Perhubungan Provinsi, Litbang Provinsi dan Perguruan Tinggi dari setiap provinsi.
Pada Rakornis ini diharapkan dapat didiskusikan keterpaduan dan sinkronisasi penelitian dan pengembangan sebagai bentuk kontribusi sumbangan pemikiran, masukan dan saran untuk pengambilan kebijakan dalam rangka perwujudan pelayanan jasa transportasi secara efisien dan efektif.Kemudian Rakornis ini diharapkan dapat pula merumuskan upaya-upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan kajian dan telaahan srtategis dan perumusan kebijakan sektor perhubungan, baik untuk kepentingan kebijakan lokal (daerah) maupun perumusan kebijakan secara lebih luas (regional/nasional), serta dapat meningkatkan koordinasi dan keterpaduan kegiatan penelitian dan pengembangan.








(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.
(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.
(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api.