Berita  Badan SAR Nasional  Pembukaan Diklat Dasar SAR bagi pegawai di lingkungan Badan SAR Nasional Angkat Print
Pembukaan Diklat Dasar SAR bagi pegawai di lingkungan Badan SAR Nasional Angkat

 

 

 

 

 

PRESS RELEASE

TANGGAL 5 SEPTEMBER 2006

PUKUL. 10.00 WIB

 

BADAN SEARCH AND RESCUE NASIONAL

JL.MEDAN MERDEKA TIMUR NO.5

JAKARTA – 10110

e-mail : badan_sar_nasional@yahoo.com

 

Pada tanggal 4 September 2006 pukul 08.30 WIB diadakan pembukaan Diklat Dasar SAR bagi pegawai di lingkungan Badan SAR NasionalAngkatan XIII Tahun 2006 bertempat di Cibubur.

 

1.Dasar dari kegiatan ini adalah keputusan Badan SAR Nasional NO.KEP/67/VIII/2006 tanggal 29 Agustus 2006 tentang penyelenggaraan Pelatihan Dasar SAR bagi pegawai di lingkungan Badan SAR Nasional Angkatan XIII Tahun 2006.

 

2.Tujuannya untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan Dasar SAR kepada pegawai di lingkungan Badan SAR Nasional sehingga pelatihan ini dapat membentuk tenaga Rescuer yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan mental dibidang teknik pencarian dan pertolongan terhadap korban pada tingkat dasar.

 

3.Sasaran dari pelatihan dasar sar ini adalah :

a.Memahami tentang operasi SAR di Indonesia;

b.Mampu melakukan teknik pertolongan pertama pada korban;

c.Mampu melakukan teknik evakuasi korban di medan vertikal;

d.Mampu melakukan pencarian dan pertolongan di gunung / hutan;

e.Mampu melakukan teknik pertolongan di air tingkat dasar;

f.Memiliki pengetahuan dan ketrampilan pendukung operasi SAR;

g.Mampu melakukan kegiatan rappeling dan water free jump Helikopter;

h.Memiliki sikap mental yang layak sebagai tenaga rescue.

 

4.Peserta Diklat tingkat dasar ( Rescuer ) Angkatan XIII Tahun 2006 berjumlah 32 orang yang masing-masing berasal dari :

a.Kantor Basarnas:2 orang;

b.Kantor SAR Jakarta:5 orang;

c.Kantor SAR Makassar:6 orang;

d.Kantor SAR Manado:3 orang;

e.Kantor SAR Pekanbaru:3 orang;

f.Kantor SAR Banjarmasin:1 orang;

g.Kantor SAR Mataram :1 orang;

h.Kantor SAR Biak:3 orang;

i.Kantor SAR Jayapura:5 orang;

j.Kantor SAR Merauke:2 orang;

k.Kantor SAR Kupang:1 orang.

 

5.Waktu Pelaksanaan Diklat

Diklat Dasar ini akan berlangsung selama 19 hari terhitung mulai tanggal 3 September sampai dengan 21 September 2006.

 

6.Materi pelajaran

Materi pelajaran Diklat Dasar SAR ini mengacu kepada Kurikulum dan silabus Dikat SAR tingkat dasar ditambah dengan pengetahuan pendukung lainnya sehingga berjumlah 210 jam meliputi antara lain :

a.Ceramah pimpinan;

b.Pengetahuan Dasar SAR;

c.Medical First Responder;

d.Teknik Evakuasi;

e.Teknik Navigasi Darat;

f.Teknik Pencarian di Darat;

g.Komunikasi Lapangan;

h.Pengetahuan Heli Rescue;

i.Teknik Survival;

j.PPPM;

k.Teknik Pertolongan di Air.

 

7.Teknis Pelaksanaan Diklat

a.9 hari pertama yaitu tanggal 4 s/d 12 September 2006 pembekalan teori kelas termasuk didalamnya praktek-praktek :

§Lifting / lowering di Tower Buper Cibubur;

§Ascend / Discend di Tower Buper Cibubur;

§Helly Rappeling menggunakan 1 unit Helikopter BO-105 bertempat di Buper Cibubur.

b.3 hari berikutnya yaitu tanggal 13 s/d 15 September 2006 berupa kegiatan praktik lapangan Teknik Evakuasi di medan vertical di Tebing Kelapa Nunggal, Cilengsi.

c.3 hari berikutnya yaitu tanggal 16 s/d 18 September 2006 berupa kegiatan praktik lapangan Teknik Pencarian di gunung / hutan didaerah Sukamantri – Gunung Salak Bogor.

d.3 hari terakhir yaitu tanggal 19 s/d 21 September 2006 berupa praktik lapangan teknik Pertolongan di Air bertempat di satuan Radar 211 Tanjung Kait, termasuk praktikWater Free Jump menggunakan 1 unit Helikopter BO-105.

 

8.Tenaga Instruktur

Tenaga instruktur berasal dari kalangan internal kantor pusat Basarnas berjumlah 10 orang.

 

9.Biaya

Biaya untuk mendukung kegiatan Diklat Dasar SAR ini bersumber dari DIPA Kantor Pusat Badan SAR Nasional Tahun Anggaran 2006.

 

10.Lain-lain

a.Evaluasi

Selama berlangsungnya Diklat SAR, akan dilakukan evalusi harian baik kepada peserta didik maupun para instruktur. Untuk menentukan kelulusan peserta didik, akan dilakukan tes tertulis dan ujian praktek dengan passing grade value minimal 70.

b.Laporan

Pada akhir kegiatan Diklat SAR akan dibuat laporan secara komprehensip mengenai penyelenggaraan diklat.

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait
Berita Terkini
INDONESIA TARGETKAN JADI ANGGOTA DEWAN ICAO PADA 2013

(Jakarta, 3/2/2012) Indonesia bertekad untuk kembali menjadi anggota dewan ICAO. Upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut.Keinginan Indonesia untuk kembali menjadi anggota Dewan ICAO disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kanada Dienne H. Moehario, Kepala BPSDM Capt Bobby Mamahit dan Irjen Kemenhub Iskandar Abubakar dalam teleconfrence usai peresmian kantor kepentingan pada ICAO (International Civil Aviation Organization) di  Montreal Kanada, Jumat (3/2).

Baca Selengkapnya
TELECONFERENCE DARI MONTREAL : KANTOR PERWAKILAN INDONESIA DI ICAO, WUJUD KOMITMEN TINGKATKAN PENERBANGAN NASIONAL

(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.

Baca Selengkapnya
KANTOR KEPENTINGAN INDONESIA PADA ICAO DIRESMIKAN

(Montreal, 2/2/2012) Kementerian Perhubungan mengambil langkah-langkah strategis dalam  upaya pengembangan dunia penerbangan Indonesia di kancah penerbangan internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui upaya penguatan dan pengembangan kerja sama Indonesia dengan Sekretaris Jenderal ICAO. peningkatan partisipasi Indonesia dalam seluruh kegiatan ICAO. Upaya peningkatan citra Indonesia dalam kemajuan pengembangan bidang penerbangan sipil Indonesia di ICAO dan komunitas internasional, upaya mempromosikan kemajuan penerbangan sipil Indonesia, mengikuti perkembangan standar dan regulasi penerbangan sipil internasional.

Baca Selengkapnya
KRDI AC WAY UMPU RESMI BEROPERASI DI JALUR TANJUNG KARANG-BLAMBANGAN UMPU

(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.

Baca Selengkapnya
LAMPUNG KEMBANGKAN PERKERETAAPIAN

(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api. 

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi