Kapal Motor Latimura yang bertolak dari Pelabuhan Bitung menuju Sanana, Maluku Utara, hanya ditumpangi tujuh orang, yakni lima orang anak buah kapal dan dua penumpang yang salah seorang adalah wanita yang berprofesi sebagai guru asal Kota Tomohon . Berikut data-data kapal Latimuri :
Panjang Kapal:30 meter
Lebar kapal:7 meter
Barang yang diangkut:Semen dan Bahan Pokok
Informasi musibah ini terdeteksi oleh Radio Antar Penduduk Indonesia ( RAPI ) yang menyatakan bahwa kapal muatan barang telah terbalik sekitar 12 mil dari Mercusuar Kema atau sudah melewati Wilayah Perairan Batang Dua.
Pencarian dilakukan oleh Tim SAR Manado, TNI AL dan TNI AU. Tim SAR Manado yang diketua oleh Arnold Karamoy mengerahkan 2 helikopter. 3 anak buah kapalyaitu Junari, La Nusi dan La Juri yang berasal dari buton berhasil diselamatkan awak kapal motor Alugara.
Pencarian korban yang hilang terus dilakukan oleh Kepala Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Bitung dibantu dengan Tim SAR, korban yang telah ditemukan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Budi Mulia, Menado.








(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.
(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.
(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api.