• Sampaikan pengaduan anda ke nomor : 0813-111111-05. Akses portal Kemenhub melalui perangkat mobile ketik : http://m.dephub.go.id. Utamakan Keselamatan Dalam Penyelenggaraan Transportasi. Keselamatan Jalan Tanggung Jawab Kita Bersama. Ciptakan Keselamatan, Kenyamanan Transportasi Yang Efektif Dan Efisien.
Berita Video
Album Foto


Kolom Redaksi
PERCEPATAN DWELLING TIME
Pemerintah mentargetkan untuk menekan waktu sirkulasi barang sejak kapal sandar di dermaga hingga keluar pintu pelabuhan (dwelling time) dari 6 hari m(...)
Baca Selengkapnya
DUKUNGAN KEMENHUB BAGI JAMINAN KELANCARAN DISTRIBUSI BARANG DI TENGAH CUACA BURUK
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa cuaca buruk yang diwarnai angin kencang dan hujan lebat akan berlangsung hin(...)
Baca Selengkapnya
REALISASI TARGET TAHUN 2013
Banyak yang memperkirakan tahun 2013 adalah tahun "suram" dengan alasan krisis utang di Eropa dan perlambatan ekonomi AS akan kian parah yan(...)
Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
PERTAHANKAN KA KALIJAGA DEMI PENYEBARAN PERTUMBUHAN EKONOMI
(...)
Baca Selengkapnya
MERINDUKAN KEJAYAAN DRY PORT GEDE BAGE
(...)
Baca Selengkapnya
UPTD TANDES JAGA KEBERSIHAN UDARA KOTA SURABAYA
(...)
Baca Selengkapnya
Berita  Berita Umum  RAMP CHECK TERPADU SERENTAK DILAKUKAN Print
RAMP CHECK TERPADU SERENTAK DILAKUKAN
Di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Dephub memeriksa 14 unit pesawat di terminal 1 dan 2. Pesawat-pesawat yang diperiksa, antara lain milik Batavia Air, Lion Air, Garuda, Sriwijaya Air, Wings Air, dan Airfast. Adapun jenis pesawat yang diperiksa dari enam maskapai itu adalah 12 unit Boeing 737 seri 200 dan 300, MD-80 serta Boeing 737-900 ER, masing-masing satu unit.

Hasil pemeriksaan bandara Soekarno Hatta menemukan sejumlah masalah terkait keselamatan pada empat pesawat yang diperiksa. Yaitu dua pesawat milik Batavia Air, satu Sriwijaya Airlines dan satu Garuda Indonesia. Ketiga maskapai itu diminta untuk memperbaiki seluruh pesawat mereka yang dianggap bermasalah tersebut, sebelum melakukan penerbangan kembali. "Tetapi semuanya sudah diperbaiki saat itu juga sehingga mereka boleh terbang lagi," jelas Budhi, usai pemeriksaan.

Sementara, satu pesawat MD-82 nomor registrasi PK-OCU milik maskapai carter Airfast, untuk sementara dilarang terbang. Tim pemeriksa menemukan roda pendaratan bagian depan dalam keadaan tidak laik. Budhi mengatakan, roda terus bergetar saat hendak mendarat dan lepas landas. "Bunyinya keras sekali," ujarnya.
Berdasarkan catatan yang tersimpan di pesawat, sudah empat kali kejadian roda tersebut bergetar. Perintah Dephub agar pesawat tidak terbang, menurut Budhi, sudah direspons oleh pihak Airfast yang langsung menyetop sementara operasi armadanya. "Terbang lagi sampai perbaikan selesai," tuturnya. Namun, manajemen maskapai kemudian memutuskan untuk meng-grounded pesawat tersebut.
Ramp Check di Soekarno-Hatta dimulai di terminal 1B. Dua pesawat jenis Boeing 737 seri 200 PK-YTR dan seri 300 beregristrasi PK-YTX milik Batavia Air menjadi objek pertama pemeriksaan. Pada pesawat Boeing 737 seri 300 beregristasi PK-YTX rute Jakarta-Jambi, inspektur menemukan pengikat bagasi kargo sebelah kanan hanya menggunakan tali rafia. Agar ikatan bisa erat, rafia tersebut ditindih dengan drum plastik. Padahal, seharusnya pengikat bagasi kargo adalah kawat yang dilapisi plastik. Budhi meminta agar pengikat rafia itu diganti dengan pengikat kawat, sehingga tidak ditindih dengan drum plastik.

Sementara, pada pesawat beregristasi PK-YTR ditemukan fuel flow atau aliran bahan bakar pada mesin sebelah kiri yang mendekati masa kedaluarsa. "Masa penggunaan fuel flow tersebut akan habis pada 16 Juni mendatang, dan harus diganti," kata Budhi. Selain itu, pada pesawat ini juga ditemukan satu baut yang pengikat fairing (penutup) mesin sebelah kiri yang kendor akibat lubang dan bautnya yang haus. Seketika itu pula teknisi Sriwijaya Air langsung memasang dengan baut yang lebih besar agar fairing terpasang dengan erat. Menurut Budhi, kendornya satu baut bisa berpengaruh terhadap baut-baut lainnya karena getarannya kencang. "Karenanya harus secepatnya diganti dengan baut yang lebih besar agar pemasangannya erat," kata Budhi.

Pada pemeriksaan di terminal 2F, pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 737 seri 300 beregistrasi PK-GGR, tim menemukan landing gear-nya sudah aus. "Tapi masih belum parah," katanya. Meski masih bisa ditoleransi, Budhi meminta agar ban tersebut diganti agar tidak membahayakan pesawat Selain itu, tim juga mengoreksi banyaknya kertas beterbangan di dekat mesin pesawat tersebut. Budhi khawatir, jika kertas-kertas itu ke dalam mesin pesawat dalam jumlah yang banyak, kondisi tersebut akan menyebabkan masalah pada mesin. "Bisa berbahaya."
Kemudian, Budhi juga mengungkapkan sejumlah kekurangan pada fasilitas di terminal Bndara Soekarno-Hatta, marka pada garbarata sudah mulai hilang. "Perlu dicat ulang oleh PT Angkasa Pura (AP) II," ujarnya.

Tak hanya pesawat, tim inspeksi Dephub juga meng-grounded pilot Sriwijaya Air atas nama Kapten Mulyawan. Pilot tersebut dilarang melakukan penerbangan setelah diketahui proficiency check (pengecekan ketrampilan pilot)-nya telah kedaluarsa. Proficiency check Kapten Mulyawan diketahui kedaluarsa saat inspektur melakukan pemeriksaan usai pesawat Boeing 737-200 yang dipilotinya mendarat di Bandara Polonia, Medan.

Menurut Budhi, proficiency check seharusnya diperbarui setiap enam bulan sekali. "Hal itu tidak semata-mata merupakan urusan manajemen perusahaan tapi juga tanggungjawab pilot itu untuk memantau data dirinya," ujar dia.

Budhi menjelaskan tim ramp check terpadu tiap bandara secara simultan itu akan terdiri atas inspektur Ditjen Perhubungan Udara sebanyak lima sampai delapan orang. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup pesawat, bandara, sistem navigasi penerbangan, dan sebagainya. "Pemeriksaan ini akan diterapkan sebagai upaya peningkatan keselamatan dan keamanan penerbangan di Indonesia," tegasnya.
Atas dasar tersebut, dia meminta semua kalangan di bandara harus siap karena pemeriksaan itu akan jadi bahan penilaian oleh Dephub. Selain bandara, pesawat, sistem navigasi, tim ramp check terpadu juga memeriksa katering, SDM, dan ground handling. (DIP)

0
0
 

Berita Terkait
Komentar Anda


Nama
Email
Judul
Komentar
 
 
Jajak Pendapat
Bagaimana proses pelayanan pengaduan di Kementerian Perhubungan?
 
Total Responden 910
Prakiraan Cuaca Hari Ini
Hujan Ringan Banda Aceh
Hujan Ringan
22 - 32°C
Hujan Sedang Medan
Hujan Sedang
23 - 32°C
Cerah Berawan Pekanbaru
Cerah Berawan
22 - 34°C
Berawan Batam
Berawan
24 - 32°C
Berawan Padang
Berawan
22 - 31°C
Berawan Jambi
Berawan
24 - 33°C
Hujan Ringan Palembang
Hujan Ringan
23 - 31°C
Berawan Pangkal Pinang
Berawan
25 - 33°C
Hujan Ringan Bengkulu
Hujan Ringan
23 - 31°C
Berawan Bandar Lampung
Berawan
23 - 33°C
Berawan Pontianak
Berawan
23 - 33°C
Berawan Samarinda
Berawan
25 - 33°C
Berawan Palangkaraya
Berawan
22 - 33°C
Cerah Berawan Banjarmasin
Cerah Berawan
23 - 35°C
Berawan Manado
Berawan
21 - 34°C
Berawan Gorontalo
Berawan
22 - 33°C
Cerah Berawan Palu
Cerah Berawan
23 - 35°C
Cerah Berawan Kendari
Cerah Berawan
20 - 31°C
Cerah Berawan Makassar
Cerah Berawan
22 - 34°C
Cerah Berawan Majene
Cerah Berawan
23 - 33°C
Hujan Ringan Ternate
Hujan Ringan
25 - 31°C
Berawan Ambon
Berawan
23 - 29°C
Hujan Ringan Jayapura
Hujan Ringan
23 - 32°C
Hujan Ringan Sorong
Hujan Ringan
24 - 31°C
Hujan Ringan Biak
Hujan Ringan
22 - 31°C
Hujan Ringan Manokwari
Hujan Ringan
24 - 31°C
Hujan Ringan Merauke
Hujan Ringan
22 - 31°C
Cerah Kupang
Cerah
20 - 34°C
Cerah Berawan Sumbawa Besar
Cerah Berawan
21 - 34°C
Cerah Berawan Mataram
Cerah Berawan
21 - 31°C
Berawan Denpasar
Berawan
24 - 32°C
Berawan Jakarta
Berawan
23 - 33°C
Berawan Serang
Berawan
24 - 35°C
Berawan Bandung
Berawan
21 - 32°C
Cerah Berawan Semarang
Cerah Berawan
24 - 34°C
Cerah Berawan Yogyakarta
Cerah Berawan
22 - 33°C
Cerah Surabaya
Cerah
24 - 34°C


0 - 0°C
Site Stats
  • Total hits: 2.694.146
  • Hits bulan ini: 37.870
  • Hits minggu ini: 2.100
  • Hits hari ini: 2.100
Sejak tanggal 7 Juli 2011
PPID
Data
Pengadaan Barang dan Jasa
Web Link
Buku Informasi Transportasi
GIS DEPHUB
Statistik Perhubungan
Peta Prasarana Perhubungan