(Jakarta, 02/02/10) Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono melakukan uji coba penggunaan Kartu JakCard di Stasiun Gambir, Jakarta hari Selasa (02/02/10). Wamenhub melakukan uji coba penggunaan Kartu JakCard dengan melakukan perjalanan menggunakan kereta ekspress dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Juanda Jakarta kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan Trans Jakarta Busway dari Halte Juanda menuju Halte Gambir II. Dalam uji coba ini Wamenhub didampingi oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso, dan Direktur Bina Sistem Sarana Transportasi Perkotaan Elly Sinaga.
Kartu Jackard merupakan kartu pintar (smart card) yang dapat diisi ulang dan digunakan terintegrasi pada kereta ekspress dan busway. Saat ini kartu yang beredar sementara berjumlah sekitar 1000 kartu dan dapat digunakan pada Pakuan Express dan dapat digunakan di Stasiun Bogor, Juanda, Kota, Gambir, dan Dukuh Atas. Untuk penggunaan busway dapat digunakan di halte busway koridor busway I, II, dan VI. “ Kartu ini bisa di dapat seharga Rp. 25.000,- dengan rincian harga kartu Rp. 5.000,- dan deposit Rp. 20.000,-. Jika naik kereta dan depositnya tidak cukup maka dapat di top up sebesar Rp 20.000,-. Pengisian dapat dilakukan di stasiun busway dengan maksimum pengisian Rp 1 juta,” Elly Sinaga memberi penjelasan. (ARI)








(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.
(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.
(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api.