Berita  Berita Umum  E-ENFORCEMENT DIPERLUKAN UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN DI JALAN Print
E-ENFORCEMENT DIPERLUKAN UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN DI JALAN

(Jakarta, 8/3/2010) Untuk meningkatkan keselamatan di jalan, saat ini diperlukan suatu e-enforcement yaitu penegakan dengan menempatkan kamera-kamera di jalan sehingga segala aktifitas di jalan dapat terekam. Hal tersebut disampaikan Iskandar Abubakar, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Kemitraan pada acara Diskusi Panel Bikers: 'Bersahabat, Santun di Jalan'  di Hotel Twin Plaza, Jakarta, Sabtu (6/3) yang diselenggarakan Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan yang bekerja sama dengan Independent Bikers Club (IBC).

Menurut Iskandar, tingkat keselamatan yang rendah di antaranya disebabkan penegakan hukum yang masih kurang. Untuk meningkatkan penegakan hukum dalam mengurangi pelanggaran di jalan, dalam UU No. 22 Tahun 2009 perlu disusun pelaksanaan enforcement dengan menggunakan kamera. “Bulan Juni RPP-nya harus sudah siap dan hari Senin (8/3), kami membahas RPP tersebut”, tambahnya. E-enforcement tersebut diperlukan untuk mengatasi keterbatasan jumlah aparat penegak hukum di lapangan karena penggunaan kamera yang bekerja selama 24 jam membantu petugas dalam mengawasi setiap pelanggaran di jalan yang biasanya mengakibatkan kecelakaan. “Hampir seluruh kecelakaan didahului oleh pelanggaran. Kurang lebih 40% dari penyebab kecelakaan adalah speeding. Speeding tersebut dapat tertangkap oleh kamera”, jelasnya. Iskandar Abubakar yang juga Ketua Dewan Transportasi Jakarta menyatakan bahwa e-enforcement ini tidak dapat langsung diterapkan secara menyeluruh dan cepat di seluruh Indonesia. Hal tersebut memerlukan proses dan sosialisasi yang berkesinambungan kepada masyarakat sehingga ketika mulai dijalankan, masyarakat akan tertib berlalu lintas. “Diharapkan masyarakat akan merasa diawasi oleh kamera dan menjadi takut melakukan pelanggaran lalu lintas dan pada gilirannya dapat mengurangi angka kecelakaan”, tambahnya.

Dalam diskusi panel tersebut, selain pembicara Iskandar Abubakar, pembicara lainnya Edo Rusyanto dari IBC yang menyajikan materi Peran Klub/Komunitas Sebarkan Keselamatan di Jalan dan Rio Octaviano dari RSA (Road Safety Association) yang mengetengahkan materi Pentingnya Peran Serta Masyarakat dalam Kebijakan Lalu Lintas Darat.

Sementara dalam diskusi panel ini diikuti sekitar 30 bikers yang tergabung dalam beberapa klub motor, seperti TMC (TVS Motor Community), PRIDES (Pulsar Rider Society), MRC (Minerva Riders Community), YJOC (Yamaha Jupiter Owners Community),  dll. Tujuan diadakannya diskusi panel ini untuk mendekatkan Kementerian Perhubungan dengan masyarakat (stake holder) secara langsung, dalam hal ini para bikers sebagai pengguna jalan. (BRD)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
KMP. NAPAN WAINAMI SEGERA DIRESMIKAN

(Jakarta, 4/2/2012) Direncanakan pada Senin, 6 Februari 2012, Menteri Perhubungan akan meresmikan KMP (Kapal Motor Penyeberangan) Napan Wainami di Pelabuhan Laut Manokwari, Papua Barat.

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi