• Sampaikan pengaduan anda ke nomor : 0813-111111-05. Akses portal Dephub melalui perangkat mobile ketik : http://m.dephub.go.id. Utamakan Keselamatan Dalam Penyelenggaraan Transportasi. Keselamatan Jalan Tanggung Jawab Kita Bersama. Ciptakan Keselamatan, Keamanan, Kenyamanan Transportasi Yang Efektif Dan Efisien.
Berita  Berita Umum  MENHUB: BESARAN KLAIM GANTI RUGI PENCEMARAN LAUT TIMOR KEMUNGKINAN AKAN BERTAMBAH Print
MENHUB: BESARAN KLAIM GANTI RUGI PENCEMARAN LAUT TIMOR KEMUNGKINAN AKAN BERTAMBAH

(Jakarta, 29/7/2010) Besaran nilai ganti rugi yang akan diajukan Pemerintah Indonesia kepada PTTEP Australasia atas pencemaran yang terjadi di Laut Timor kemungkinan akan lebih besar dari hasil perhitungan sementara Tim Nasional Penanggulangan Tumpahan Minyak Laut Timor, sebesar Rp 247 miliar.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi yang bertindak sebagai ketua tim mengatakan, penambahan besaran klaim tersebut disebabkan adanya perluasan area penyebaran minyak dan dampak tidak langsung yang ditimbulkan di sejumlah wilayah yang belum teridentifikasi oleh tim sebelumnya. ”Nantinya (data perluasan baru) itu akan kita satukan dan diajukan menjadi satu klaim dengan rincian yang detail dan valid,” jelas Menhub Freddy di Jakarta, Kamis (29/7).

Menurut Menhub, Tim Advokasi yang dipimpin Deputi III Menteri Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Misnellyarti Hilman, telah melakukan pembicaraan terkait rencana penuntutan ganti rugi ini dengan pihak PTTEEP Australasia. Hasilnya, perusahaan secara prinsip bersedia untuk memenuhi tuntutan ganti rugi yang diajukan Tim Nasional Penanggulangan Tumpahan Minyak. ”Kita akan secepatnya menyusun klaim ini untuk diserahkan kepada perusahaan itu. Targetnya Oktober nanti, klaim itu harus sudah selesai,” kata Menhub.

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Menhub sempat menyatakan bahwa tim yang dipimpinnya akan mengupayakan proses pembayaran ganti rugi secepatnya kepada masyarakat yang terkena dampak pencemaran. Menhub mengatakan, dirinya telah menghubungi pimpinan PTTEP Australasia  yang bertanggung jawab atas pencemaran laut Timor, agar segera memberikan ganti rugi. Dari pembicaraan itu, pihak perusahaan menyetujui untuk membayar penggantian kerugian akibat bocornya  salah satu kilang minyak mereka, The Montara Well Head Platform, di Blok West Atlas-Laut Timor Perairan Australia, 21 Agustus 2009.  

Hitungan sementara tim, potensi kerugian total mencapai Rp247.004.104.423 dan kerugian langsung sebesar Rp42.167.198.497. Angka tersebut belum termasuk biaya operasional tim nasional dan biaya penanggulangan dampak lingkungan. Sementara berdasarkan perhitungan Pemda Provinsi NTT, kerugian total ditaksir mencapai mencapai Rp806.168.200.000. (DIP)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
LANGGAR BATAS TARIF, TRAVEL EXPRESS DIGANJAR PERINGATAN KEDUA

(Jakarta, 8/9/10) Travel Express Aviation Services diganjar surat peringatan kedua dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, terkait aksi penetapan tarif di luar ketentuan yang dilakukan maskapai tersebut. Travel Express diganjar sanksi lantaran kedapatan menaikkan harga tiket melebihi ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 26/2010 tentang tarif batas atas penerbangan berjadwal ekonomi dalam negeri.

Baca Selengkapnya
MASYARAKAT DIIMBAU UNTUK MUDIK DENGAN TERTIB

(Jakarta, 7/9/2010) Seiring dengan terus meningkatnya volume pemudik di seluruh moda angkutan, baik jalan darat, kereta api, udara hingga laut dan penyeberangan, masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Himbauan tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat melakukan peninjauan di Stasiun Senen dan Pool Pemberangkatan Perum Damri di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (7/9) malam.

Baca Selengkapnya
MENHUB SIDAK STASIUN PASAR SENEN DAN POOL DAMRI KEMAYORAN

(Jakarta, 7/9/2010) Menteri Perhubungan Freddy Numberi melakukan inspeksi mendadak di Stasiun Pasar Senen, Selasa (7/9). Keberadaan Menhub di stasiun pemberangkatan utama kereta api ekonomi tersebut untuk memastikan kondisi para pemudik serta sarana dan prasarana pada H-3 Lebaran tersebut.

Baca Selengkapnya
H-4 LEBARAN, JUMLAH PENUMPANG UDARA MENURUN

(Jakarta, 7/9/2010) Dibandingkan tahun sebelumnya, volume penumpang udara pada H-4 Lebaran tahun ini mengalami penurunan. Tidak hanya pada rute domestik, kondisi serupa juga berlaku bagi rute penerbangan internasional.

Baca Selengkapnya
Berita Terpopuler
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 5 JUNI 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 5 Juni 2010

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 4 JUNI 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 4 Juni 2010

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 3 JUNI 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 3 Juni 2010

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 2 JUNI 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 2 Juni 2010

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 1 JUNI 2010

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 1 Juni 2010

Kolom Redaksi