Berita  Berita Umum  Masyarakat dan Swasta Harus Diberikan Kesempatan Dalam Pembangunan Infrastruktur Perhubungan Print
Masyarakat dan Swasta Harus Diberikan Kesempatan Dalam Pembangunan Infrastruktur Perhubungan

Lokakarya tersebut merupakan kegiatan Private Provision of Infrastructure Technical Assistance (PPITA) melalui IBRD Loan untuk Departemen Perhubungan. Sejauh ini Pemerintah telah bertekad untuk mengembangkan pembangunan infrastruktur melalui partisipasi swasta dengan mengeluarkan kebijakan khusus yaitu Perpres 67/2005 tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengadaan/pembangunan infrastruktur yang melibatkan kemitraan swasta. Skema ini lebih popular disebut dengan PPP (Public Private Partnership) atau KPS (Kemitraan Pemerintah – Swasta). Dengan skema semacam ini Pemerintah tidak hanya diuntungkan dengan semakin ringannya beban pendanaan namun diharapkan juga akan memberikan dampak pada meningkatnya transparansi, efisiensi dan kualitas pelayanan pada masyarakat.


Mengingat kerangka kerjasama KPS ini merupakan disiplin baru untuk Indonesia, maka banyak kendala-kendala mendasar dalam implementasinya khususnya di sektor perhubungan. Misalnya dari aspek regulasi, keempat undang-undang transportasi yang ada saat ini belum kondusif terhadap tuntutan kemitraan dengan swasta. Oleh karena itu dibutuhkan pembelajaran mengenai aspek-aspek yang harus dibutuhkan untuk pengembangan kemitraan dengan swasta misalnya jaminan resiko, struktur institusi yang terlibat, kebijakan tarif, ketersediaan manual prosedur, kriteria-kriteria proyek yang layak untuk diajukan dalam skema KPS dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam kerangka PPITA diarahkan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang sistem dan model kemitraan yang paling sesuai dengan kasus Indonesia, khususnya untuk sektor transportasi.


Pada lokakarya kali ini dibahas topik yang berkaitan dengan penentuan kriteria untuk menyeleksi proyek-proyek yang layak diajukan dalam skema PPP, model-model proyek yang relevan dan penjajagan pasar investasi (sounding market). Bertindak sebagai narasumber adalah konsultan ekonomi-transportasi dari manca negara seperti Joris Van Der Ven dan Robert Brown maupun kalangan ahli dalam negeri seperti Agustinus Iman Istiyanto dari ITB dan para ahli dari lingkungan Bappenas. (brd)

Berita Terkait
Berita Terkini
RUSIA SERAHKAN PENELITIAN KOTAK HITAM PADA INDONESIA

(Jakarta, 16/05/2012) Kotak hitam (black box) Sukhoi Superjet 100 yang berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) sudah berada di tangan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Sementara itu Flight Data Recorder (FDR) masih dicari.

Baca Selengkapnya
UTAMAKAN KESELAMATAN BERTRANSPORTASI SELAMA LIBUR LONG WEEKEND

(Jakarta, 16/5/2012) Masyarakat diminta untuk berhati-hati dalam bertransportasi dan mengutamakan keselamatan selama liburan long weekend ini  apabila turun hujan dan terjadi kemacetan lalu lintas jalan, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi. Begitu juga bagi para operator agar lebih memperhatikan kendaraan yang akan dioperasikan dan dicek kelaikannya, demikian dikemukakan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan di Jakarta, Rabu (16/5).

Baca Selengkapnya
Menhub Berharap Pemberian Asuransi Sesuai PM 77 Tahun 2011

(JAKARTA, 11/5/2012) Menteri Perhubungan EE Mangindaan berharap dalam pemberian asuransi kepada ahli waris korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) dapat mengacu Peraturan Menteri Perhubungan No 77 Tahun 2011, yaitu ganti rugi korban meninggal dunia pesawat udara sebesar Rp 1,250 miliar.

Baca Selengkapnya
KNKT Pimpin Investigasi SSJ-100, Rusia Hanya Pendukung

(Jakarta, 11/5/2012) Menteri Perhubungan EE Mangindaan menegaskan,  investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) dibawah pimpinan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT). Keikutsertaan KNKT Rusia dalam investigasi ini sifatnya sebagai anggota pendukung.
 

Baca Selengkapnya
RI - Rusia Sepakat Investigasi Tuntas Kecelakaan Sukhoi

(Jakarta, 11/05/12) Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat untuk  bersungguh-sungguh menginvestigasi masalah yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan, E.E. Mangindaan kepada media pada Jumpa Pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat (11/05). Menhub juga menjelaskan bahwa koordinasi dengan Tim Rusia akan dilaksanakan , transparan dan tidak ada yg ditutupi untuk melihat permasalahan yang sebenarnya.
 

Baca Selengkapnya
Transportation News Bite
MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 28 OKTOBER 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak  pada 28 Oktober 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 OKTOBER 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak  pada 26 Oktober 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 23-24 OKTOBER 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik pada 23-24 Oktober 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 21 OKTOBER 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik pada 21 Oktober 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 20 OKTOBER 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik pada 20 Oktober 2011