Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Darat  DITJEN HUBDAT TERIMA BANTUAN MOBIL AMBULAN DARI JASA RAHARJA Print
DITJEN HUBDAT TERIMA BANTUAN MOBIL AMBULAN DARI JASA RAHARJA

Menurut Soeroyo, untuk mengoptimalisasikan penggunaan mobil tersebut ke depan, pihaknya akan secara khusus menggelar pelatihan terhadap sejumlah personel pilihan.”Karena mobil ambulance ini asset pertama yang dimiliki Ditjen Perhubungan Darat, kita tentunya perlu adakan pelatihan khusus untuk mengoperasikannya,” imbuh dia.

Diding S Anwar menambahkan, pemberian mobil bantuan ini kepada Ditjen Perhubungan Darat terkait dengan visi perusahaanya dalam mengimplementasikan UU No. 33/1964 tentang perlindungan korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum. ”Arahnya ke sana. Saya pikir, ini relevan dengan UU tersebut,” ujar Diding.

Selain kepada Ditjen Darat, sambung Diding, pihaknya juga telah menyerahkan bantuan serupa kepada BUMN terkait seperti PT Indonesia Ferry selaku operator penyeberangan, PT Jasa Marga dan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI, serta sejumlah rumah sakit yang bantuannya diserahkan melalui pemerintah daerah setempat.

”Kami juga berencana untuk menyerahkan ini kepada BUMN-BUMN transportasi lain. Tahun ini, kami mengalokasikan untuk memberikan 10 unit ambulance bantuan, sama seperti tahun 2008 lalu,” jelasnya.

Menurut Diding, selain memberikan bantuan kendaraan operasional, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi untuk menekan jumlah kecelakaan di tiap-tiap moda perlintasan. ”Khusus untuk jalan raya, angka kecelakaan relatif masih didominasi sepeda motor. Jumlahnya mencakup hingga 60 persen,” jelasnya.

Soeroyo menambahkan, sepanjang tahun 2008, angka kecelakaan di jalan raya relatif mengalami penurunan. Namun dari sisi kualitas relatif mengalami peningkatan. ”Untuk jumlah, kami tidak punya data pasti. Mungkin itu bisa ditanyakan kepada pihak kepolisian. Yang jelas, sepeda motor masih mendominasi. Kalau angkutan umum relatif berkurang,” kata Soeroyo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Soeroyo memaparkan, pihaknya terus menggelar beragam upaya pencegahan untuk menekan angka kecelakaan. Salah satunya adalah dengan menggalakkan program sosialisasi peningkatan keselamatan di jalan raya kepada para pengguna jalan, khususnya kepada para pengemudi angkutan umum. (DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi