(Jakarta, 20/12/09) Menteri Perhubungan Freddy Numberi Minggu 20/12/2009 melakukan peninjauan ke Pelabuhan Penyeberangan Merak untuk melihat secara langsung kesiapan pelabuhan penyeberangan tersebut menghadapi angkutan natal dan akhir tahun 2009. “Memang kunjungan kerja kali ini untuk melihat kesiapan pada saat libur, dari tanggal 22 Desember 2009 sampai 4 Januari 2010, baik itu (untuk moda) udara, darat dan laut termasuk angkutan sungai, danau dan penyeberangan (ASDP), “ kata Menhub.
Menhub menilai, kesiapan pelabuhan penyeberangan yang menhubungan antara pulau Jawa dan Sumatera tersebut dalam menyambut angkutan natal dan tahun baru cukup baik. Menhub berharap persiapan itu juga dilakukan oleh daerah lain di Indonesia. “Saya lihat kesiapannya cukup baik dari penjelasan para direksi. Kalau kita jaga momentum ini, mudah-mudahan penyeberangan dari Merak - Bakauheni tidak ada masalah. Kita harapkan di daerah lain di Indonesia demikian juga,” kata Menhub.
Dalam penjelasannya kepada Menhub, Kepala PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Teja Suparna menyatakan, menjelang masa angkutan natal dan tahun baru telah disiapkan personil dari Indonesia Ferry sebanyak 120 orang; petugas keamanan yang terdiri dari KPPP, TNI AL, KOPASSUS, BRIMOB dan Security sebanyak 224 orang; tenaga kesehatan yang terdiri dari 1 orang dokter, 2 orang paramedis, dan 2 unit ambulan; serta kendaraan emergency yang terdiri dari 1 unit pemadam kebakaran, dan 1 unit derek. Selain itu untuk meningkatkan faktor keamanan disiapkan pula CCTV pada 25 titik.
Pada kesempatan tersebut Menhub menekankan bahwa apabila pada masa angkutan natal dan tahun baru terjadi cuaca buruk, kapal tidak boleh beroperasi. “Penekanan saya bahwa kalau cuaca jelek jangan keluar. Tadi kita juga lihat karena gelombang tinggi, kapal cepat dihentikan operasinya hari ini,” kata Menhub.
Selanjutnya Menhub juga menyatakan apresiasinya atas berbagai hal yang telah dicapai Indonesia Ferry. Menhub berharap, bahwa untuk ke depannya tidak boleh terjadi kecelakaan lagi. Selain itu Menhub juga mengharapkan bagaimana membuat masyarakat yang menggunakan jasa pelabuhan penyeberangan merasa aman dan nyaman, sehingga angkutan penyeberangan bisa menjadi alternatif pilihan transportasi di Indonesia. Dalam pantauan di pelabuhan penyeberangan Merak tersebut Menhub didampingi Dirut PT Indonesia Ferry Bambang Soerjanto, Direktur Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat Wiratno, Kepala PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Teja Suparna, Kepala Administrator Pelabuhan Banten, serta Kepala KPPP Banten. (YFA)








(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.
JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.