(Jakarta, 1/2/2010) Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengharapkan pemerintah daerah untuk mendukung permasyarakatan bersepeda. Dukungan dapat dilakukan diantaranya dengan menyiapkan jalur khusus bersepeda di daerah masing-masing. Hal tersebut sebagai salah satu upaya merealisasikan Program Langit Biru berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002, yang juga diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.
”Nanti kita akan surati para kepala daerah untuk membuat program ini. Selain membuat jalur khusus, kita akan minta juga ditetapkan hari khusus untuk bersepeda seminggu sekali seperti di Jakarta. Enam jam, dari jam 06.00 sampai jam 12.00, saya pikir cukup. Setelah itu jalan bisa dibuka lagi untuk umum. Hal ini bagus untuk mengurangi polusi di jalan raya,” ujar Menhub usai meluncurkan Komunitas Pesepeda Kementerian Perhubungan, di kantor Kementerian Perhubungan, Minggu, (31/1).
Menurut Menhub, pemerintah daerah cukup untuk menyediakan ruas jalan selebar 1,5 meter untuk jalur khusus tersebut. ”Untuk daerah-daerah yang baru berkembang, menurut saya belum telat untuk membuat jalur khusus bersepeda ini. Tetapi untuk daerah-daerah seperti Jakarta, sepertinya agak sulit. Setahun saya pikir tidak akan cukup untuk membuat semua daerah memiliki jalur khusus sepeda,” imbuh Menhub.
Beberapa daerah yang telah memiliki alur khusus pesepeda dan menjadi daerah percontohan untuk pengembangan program ”non motorized” atau kendaraan tidak bermotor, antara lain Kota Balikpapan, Kabupaten Sragen, Kota Surakarta, Kabupaten Tanah Datar, serta Kota Kudus.
Menhub menambahkan, kegiatan bersepeda merupakan suatu hal yang memiliki dampak positif dalam banyak hal. Terkait hal itu, Kementerian Perhubungan akan berusaha semaksimal mungkin memasyarakatkan kegiatan bersepeda untuk bekerja atau lebih dikenal dengan bike to work. "Kalau bisa nantinya di Kementerian Perhubungan ada hari-hari khusus untuk bersepeda ke kantor. Kita jadikan ini sebagai momentum tanggung jawab untuk turut memelihara kelestarian lingkungan hidup,” lanjutnya.
Dalam peluncuran tersebut, Kementerian Perhubungan juga menyerahkan donasi berupa 100 helm sepeda kepada komuter pesepeda yang kurang mampu. Menhub Freddy mengatakan, pemberian donasi helm sepeda ini didasarkan pada isu keselamatan dan kesehatan. "Sebagai bentuk tindak lanjut dari resolusi PBB tentang Improving Global Road Safety kepada pengguna jalan rentan, salah satunya sepeda," ujarnya.
Usai memberikan sambutan, Menhub Freddy didampingi Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan para Direktur Jenderal serta stakeholders perhubungan lainnya, menyempatkan diri untuk bersepeda bersama ratusan komunitas pesepeda lain dengan rute dari Kementerian Perhubungan—Bundaran HI—Kementerian Perhubungan. (DIP)








(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.
(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.
(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api.