(Jakarta, 5/1/2012) Kementerian Perhubungan menyatakan mendukung penuh hasil produk nasional kreasi anak bangsa seperti yang dilakukan oleh siswa-siswa SMK Negeri 2 Surakarta dan SMK Warga Solo yang merakit mobil Esemka.
Sebagai bentuk dukungan, hari ini, kamis(5/1) Kemenhub mengirimkan tim yang dipimpin oleh Kasubdit Sarana Angkutan Jalan, Ditjen Perhubungan Darat ke Solo untuk menjelaskan dan memberikan bantuan teknis seputar masalah kelaikan kendaraan kepada PT. Solo Manufaktur Kreasi sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil Esemka.
“Hari ini, sudah berangkat tim dari Direktorat Sarana Angkutan Jalan ke Solo untuk nanti berkoordinasi dengan Pemkot Solo, untuk menjelaskan dan memberikan bimbingan teknis kepada pihak yang memproduksi mobil Esemka mengenai uji laik,” Jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, Kamis (5/1).
Bambang menjelaskan, sesuai dengan UU no. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pada pasal 49 ayat 1 diatur bahwa kendaraan bermotor yang dirakit di dalam negeri dan dioperasikan di jalan wajib dilakukan pengujian yang meliputi uji tipe dan berkala (uji laik).
Memang dulu, lanjut Bambang, PT. Solo Manufaktur Kreasi pada Juli 2010 lalu pernah melakukan uji laik kendaraan, namun memang ada beberapa item yang belum memenuhi standard antara lain, lampu yang kurang terang dan tingkat kebisingan, selebihnya sudah dianggap laik.
Menurut Bambang, Selain melakukan uji laik yang dilakukan oleh Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan yang berlokasi di Bekasi, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup no. 4 tahun 2009 tentang ambang batas emisi gas, kendaraan tipe baru juga harus diuji emisi gas buangnya, yang menguji adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Esemka generasi pertama memang sempat terkendala masalah emisi.
“Namun yang saya dengar sekarang mereka sudah memperbaiki mesinnya dengan injeksi, pada waktu dulu masih karburator jadi emisi mungkin kurang bagus,” jelas Bambang.
Bambang mengatakan, Menteri Perhubungan telah meminta jajarannya untuk mendukung dan membantu proses uji kelaikan tentunya dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku.
“Kita tentunya mendukung produksi nasional Indonesia dan kita siap membantu, jadi sekarang mari kita tunggu hasil tim tersebut.” tandasnya. (RDH)









(Jakarta, 18/05/2012) Menteri Perhubungan, E. E. Mangindaan direncanakan akan membuka secara resmi Pertemuan The 33rd ASEAN Senior Transport Officials Meeting (33rd ASEAN STOM) pada 22-24 Mei 2012 di Bandung, Jawa Barat. ASEAN Senior Transport Officials Meeting (ASEAN STOM) merupakan pertemuan tingkat pejabat senior bidang transportasi negara-negara ASEAN, yang dilaksanakan dua kali dalam setahun secara bergiliran di negara-negara anggota ASEAN. Untuk tahun 2012, Indonesia menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan ASEAN STOM ke-33 di Bandung dan ASEAN STOM ke-34, yang direncanakan akan diselenggarakan di Denpasar-Bali.
(Jakarta, 16/5/2012) Masyarakat diminta untuk berhati-hati dalam bertransportasi dan mengutamakan keselamatan selama liburan long weekend ini apabila turun hujan dan terjadi kemacetan lalu lintas jalan, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi. Begitu juga bagi para operator agar lebih memperhatikan kendaraan yang akan dioperasikan dan dicek kelaikannya, demikian dikemukakan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan di Jakarta, Rabu (16/5).