Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  KEMENHUB TIDAK PERNAH MENGINTERVENSI PROSES PELELANGAN KAPAL DI PERTAMINA Print
KEMENHUB TIDAK PERNAH MENGINTERVENSI PROSES PELELANGAN KAPAL DI PERTAMINA

(Jakarta, 6/5/10) Kementerian Perhubungan tidak pernah melakukan intervensi terhadap proses pelelangan pengadaan kapal yang digelar PT Pertamina untuk mengangkut dan mendistribusikan muatannya di perairan nasional, terlebih hingga memberikan rekomendasi jenis kapal tertentu dan dari perusahaan tertentu agar dijadikan pemenang.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Sunaryo, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/5). ”Karena Kementerian Perhubungan atau Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, tidak punya hak maupun kewenangan untuk mencampurinya,” tegasnya. Namun, hak dan kewenangan dalam proses pelaksanaan tender tersebut sepenuhnya menjadi milik institusi terkait yang melakukan proses pelelangan, yaitu Pertamina.

Pernyataan tersebut dilontarkan Sunaryo untuk merespons sejumlah pihak yang menilai dan bahkan menduga adanya intervensi yang dilakukan Kementerian Perhubungan, terkait dimenangkannya kapal tanker berbendera dalam tender yang digelar oleh Pertamina belum lama ini. Kapal tersebut adalah MT High Rider, yaitu kapal tanker asing berjenis medium range-crude oil (MR-CO).

Sunaryo menambahkan, Kementerian Perhubungan tetap menjunjung tinggi apa yang diamanatkan Undang-undang No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan ketentuan-ketentuan terkait pelaksanaan azas cabotage sebagaimana termaktub dalam Instruksi Presiden No. 5/2005 tentang Pemberdayaan Sektor Maritim Nasional dan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 71/2005 tentang Kegiatan Pengangkutan Barang/Muatan di dalam Negeri. Yaitu di mana seluruh perusahaan pelayaran yang beroperasi di rute domestik wajib penggunaan kapal berbendera Merah Putih.

Kewenangan Kementerian Perhubungan untuk mempersoalkan status kapal asing yang dimenangkan Pertamina tersebut, menurutnya, akan secara otomatis muncul ketika kapal itu dioperasikan diperairan Indonesia dengan tetap menggunakan bendera selain Merah Putih. ”Kalau soal tender, itu jelas-jelas tidak ada. Jadi, kalau ada yang nuduh Ditjen Perhubungan Laut ikut campur, itu ngaco,” katanya.

Ganti Bendera Merah Putih

Namun, lanjut dia, saat ini MT High Rider yang memenangkan lelang pengadaan  kapal Pertamina itu telah berganti bendera Merah Putih. Pengalihan status kapal tersebut, jelasnya diproses setelah MT High Rider mengajukan ke Direktorat Perkapalan & Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut beberapa waktu lalu.

”Proses pergantiannya sudah selesai. Kalau dia mengibarkan bendera Merah Putih, berarti dia bisa beroperasi di jalur pelayaran domestik, dan tidak bertentangan dengan azas cabotage maupun UU 117/2008,” jelasnya. Sunaryo menyatakan, proses pergantian bendera kapal itu mengacu peraturan yang berlaku bahwa kapal yang akan beroperasi di dalam negeri wajib berbendera Merah Putih.

Sebelumnya, para pelaku usaha pelayaran menyesalkan adanya kapal berbendera asing yang masih diberi peluang untuk mengikuti tender pengadaan kapal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mematikan usaha industri pelayaran nasional. (DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
INDONESIA TARGETKAN JADI ANGGOTA DEWAN ICAO PADA 2013

(Jakarta, 3/2/2012) Indonesia bertekad untuk kembali menjadi anggota dewan ICAO. Upaya diplomasi terus dilakukan untuk mencapai keinginan tersebut.Keinginan Indonesia untuk kembali menjadi anggota Dewan ICAO disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono yang didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kanada Dienne H. Moehario, Kepala BPSDM Capt Bobby Mamahit dan Irjen Kemenhub Iskandar Abubakar dalam teleconfrence usai peresmian kantor kepentingan pada ICAO (International Civil Aviation Organization) di  Montreal Kanada, Jumat (3/2).

Baca Selengkapnya
TELECONFERENCE DARI MONTREAL : KANTOR PERWAKILAN INDONESIA DI ICAO, WUJUD KOMITMEN TINGKATKAN PENERBANGAN NASIONAL

(Jakarta, 3/2/2012) Kantor perwakilan Indonesia untuk ICAO secara resmi telah dibuka kembali (reopening). Peresmian Kantor Kepentingan Indonesia di ICAO dilakukan Wakil Menteri Perhubungan RI, Bambang Susantono dan Presiden ICAO (International Civil Aviation Organization), Roberto Kobeh Gonzalez, pada Kamis (2/2) siang sekitar pukul 11.00 waktu Montreal, Kanada, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dienne H. Moehario.

Baca Selengkapnya
KANTOR KEPENTINGAN INDONESIA PADA ICAO DIRESMIKAN

(Montreal, 2/2/2012) Kementerian Perhubungan mengambil langkah-langkah strategis dalam  upaya pengembangan dunia penerbangan Indonesia di kancah penerbangan internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui upaya penguatan dan pengembangan kerja sama Indonesia dengan Sekretaris Jenderal ICAO. peningkatan partisipasi Indonesia dalam seluruh kegiatan ICAO. Upaya peningkatan citra Indonesia dalam kemajuan pengembangan bidang penerbangan sipil Indonesia di ICAO dan komunitas internasional, upaya mempromosikan kemajuan penerbangan sipil Indonesia, mengikuti perkembangan standar dan regulasi penerbangan sipil internasional.

Baca Selengkapnya
KRDI AC WAY UMPU RESMI BEROPERASI DI JALUR TANJUNG KARANG-BLAMBANGAN UMPU

(Bandar Lampung, 1/2/2012) Sekjen Kementerian Perhubungan M. Iksan Tatang didampingi Dirjen Perkeretaapian Tunjung Inderawan meresmikan Kereta rel diesel Indonesia (KRDI) Way Umpu senilai Rp33 miliar produksi PT INKA untuk dioperasikan di lintas Tanjung Karang-Blambangan Umpu, Lampung sepanjang 162 km.

Baca Selengkapnya
LAMPUNG KEMBANGKAN PERKERETAAPIAN

(Lampung,1/2/12) Peningkatan pengembangan perkeretapian di Lampung sudah sangat dibutuhkan. Ada beberapa alasan yang digelontorkan agar jalur rel memiliki peran penting dalam sektor transportasi. Tingkat pelayanan angkutan jalan raya yang terus menurun karena jumlah kendaraan yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas jalan menjadi salah satu alasan perlunya pengembangan kereta api. 

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi