Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  PELINDO II DIMINTA TIDAK LAKUKAN MONOPOLI KEGIATAN BONGKAR MUAT DI TANJUNG PRIOK Print
PELINDO II DIMINTA TIDAK LAKUKAN MONOPOLI KEGIATAN BONGKAR MUAT DI TANJUNG PRIOK

(Jakarta, 21/5/2010) Kementerian Perhubungan menilai positif upaya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II untuk melakukan investasi penambahan fasilitas 15 unit alat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok tahun ini. Namun, BUMN pengelola pelabuhan itu diminta untuk menghindari upaya-upaya yang mengarah kepada tindakan monopoli di pelabuhan tersibuk di Indonesia tersebut.
 
”Misalnya, hanya menunjuk salah satu perusahaan bongkar muat (PBM) di pelabuhan yang dikelolanya. Dia memang menguasai satu pelabuhan, tetapi dia tidak memiliki kewenangan menunjuk siapa-siapa saja yang berhak untuk melakukan kegiatan bongkar muat di sana. Kalau itu dilakukan, monopoli namanya,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit di Jakarta, Jumat (21/5).
 
Bobby mengungkapkan, pihak yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin bagi perusahaan bongkar muat dalam melakukan kegiatan usahanya di pelabuhan tersebut adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. ”Sama seperti halnya kegiatan forwarder, izinnya bukan Pelindo yang keluarkan. Dia hanya sebatas mengelola pelabuhan,” tegasnya.
 
Diketahui, Pelindo II telah menyiapkan dana sebesar Rp 216 miliar dan USD 11 juta untuk investasi fasilitas baru tersebut. Antara lain terdiri dari 13 unit alat bongkar muat jenis Gantry Lifthing and Jib Crane serta dua unit jenis container crane twinlift [bisa mengangkat dua petikemas sekaligus].
 
Sedangkan untuk fasilitas pelayanan kapal, perusahaan tersebut juga menyiapkan penambahan dua unit kapal tunda tahun ini. Masing-masing berkapasitas 1.600 HP dengan dua mesin senilai Rp 91,5 milliar, dan satu unit kapal kepil baja kapasitas 115 HP senilai Rp 1,5 milliar. Selain itu dilakukan pembangunan breakwater sisi timur dengan menyiapkan anggaran mencapai Rp 60 milliar.
 
Pelindo II dalam siaran persnya mengungkapkan, seluruh investasi itu untuk memberikan jaminan kepastian pelayanan kepada pengguna jasa kepelabuhanan. Seentara pihak manajemen sendiri telah menandatangani kesepakatan service level agreement dan service level guarantee dengan sejumlah perusahaan pelayaran internasional maupun lokal.
 
Disamping untuk meningkatkan tingkat produktivitas bongkar muat pelabuhan secara keseluruhan yang pada akhirnya akan memberikan tingkat efesiensi dalam pelayanan sehingga biaya/cost logistik di pelabuhan menjadi murah. ”Tentunya ini akan memberikan barang berupa produk-produk ekspor mampu bersaing ditingkat global,” ujar Juru Bicara Pelindo II Hambar Wiyadi.
 
Hambar menjelaskan, investasi lain yang akan dilakukan perusahaannya di sisi perairan adalah dengan menambah empat unit kapal pembersih sampah dan satu unit mobil penyapu jalan dengan nilai investasi Rp.2,85 milliar. Kapal pembersih sampah yang ada saat ini sebanyak empat unit, dengan penambahan itu nantinya disetiap kolam pelabuhan akan dioperasikan masing-masing dua unit kapal pembersih sampah. ”Semua investasi yang dilakukan ini dalam rangka Pelabuhan Tanjung Priok yang ramah dan berwawasan lingkungan (ecoport),” ujar dia.
 
Hal ini, imbuhnya, sejalan dengan yang diamanatkan dalam ketentuan internasional tentang Marpol 1973/1978 tentang Peraturan Pencegahan Pencemaran oleh Sampah dan Kapal; UU No. 23/97 tentang Pengelolaan Lingkunga Hidup; UU No. 17 tentang Pelayaran; PP No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan yang ditindaklanjuti Surat Edaran Kantor Adpel Utama Pelabuhan Tanjung Priok Nomor. UK.112/40/18/AD.TPK-09 tanggal 14 Desember 2009, tentang Pencegahan Pencemaran oleh Sampah. (DIP)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi