Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  KEBAKARAN KAPAL MT. GAGASAN PERAK TIDAK TIMBULKAN PENCEMARAN DI PERAIRAN SUMENEP Print
KEBAKARAN KAPAL MT. GAGASAN PERAK TIDAK TIMBULKAN PENCEMARAN DI PERAIRAN SUMENEP

(Jakarta, 29/08/2010) Pihak Kangean Energy Indonesia LTD memastikan musibah kebakaran kapal MT Gagasan Perak pada tanggal 28 Agustus 2010 di terminal khusus Kangean Energy Indonesia LTD perairan Pulau Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur tidak menyebabkan tumpahan minyak ke laut. Demikian dinyatakan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Bobby R. Mamahit dalam siaran persnya (29/08).

Dalam Siaran Pers tersebut Bobby menyatakan, berdasarkan laporan Kepala Kantor Pelabuhan Sapeken kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kapal dengan ukuran GT.7057 berbendera Malaysia yang  berfungsi sebagai Floating Storage Oil tersebut,  pada saat melakukan pemuatan crude oil mengalami kebakaran pada tangki nomor 5 (lima). Akibatnya dinding geladak kapal robek dan kapal mengalami kemiringan 15 derajat ke arah kiri. Namun dipastikan tidak ada tumpahan minyak ke laut. Meskipun begitu, ABK kapal tetap memasang oil boom (alat untuk menahan penyebaran minyak bila tertumpah) di sekeliling kapal sesuai dengan standar penanganan pencemaran minyak dari kapal.

Selanjutnya Bobby menjelaskan, kebakaran kapal terjadi pada Pukul 08.00 WIB. Pemadaman api langsung dilakukan oleh Anak Buah Kapal (ABK) dengan menggunakan alat  pemadam kebakaran yang tersedia di kapal dan api berhasil dipadamkan Pukul 11.00 WIB. Dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak terjadi pencemaran minyak, namun 4 (empat) orang ABK mengalami luka bakar dan telah mendapat perawatan di rumah sakit Denpasar, Bali.

Bobby menambahkan, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya dampak yang tidak diharapkan dari kebakaran kapal tersebut, seperti terjadinya pencemaran,  Kepala Kantor Pelabuhan Sapeken di lokasi kejadian terus berkoordinasi dengan Kangean Energy Indonesia LTD. Direktorat Jenderal Perhubungan laut juga sudah menginstruksikan kepada manajemen Kangean Energy Indonesia LTD agar mengambil langkah – langkah penanganan darurat guna mencegah terjadinya pencemaran dan tenggelamnya kapal.

Lebih lanjut Bobby menyatakan, Staf Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengawasi pelaksanaan penanganan pengendalian dampak kebakaran kapal dan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memperoleh penyebab terjadinya musibah kebakaran.

Adapun data kapal yang mengalami musibah tersebut adalah sebagai berikut:
 
a.    Nama Kapal               : MT. Gagasan Perak
b.    Bendera / Call sign   : Malaysia / 9MFK9
c.    Ukuran                         : GT. 7057 / DWT 10.830,57
d.    Tipe Kapal                  : Chemical / Oil Tanker Type 2 (Double Hull)
e.    Fungsi  Kapal            : Floating Storage Oil pada posisi 07o 11’22’’ LS / 115o 47’20’’ BT
f.    Jumlah Awak Kapal   : 26 Orang             
g.    Principal / Owner       : GS. Tankers Dua SDN. BHD.
h.    Pencharter                  : PT. Sea Horse Jakarta (PPKA No. AT. 55/16/18/DJPL.10)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi