Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  ANGKUTAN LAUT KHUSUS PEMUDIK SEPEDA MOTOR MASIH SEPI PEMINAT Print
ANGKUTAN LAUT KHUSUS PEMUDIK SEPEDA MOTOR MASIH SEPI PEMINAT

(Jakarta, 2/9/2010) Upaya Pemerintah untuk mengurangi beban jalan raya selama masa pelaksanaan angkutan Lebaran, khususnya bagi bagi pemudik bersepeda motor dengan menyediakan sarana angkutan kapal laut, ternyata masih kurang diminati. Hal itu dibuktikan dengan belum adanya pendaftar yang mendaftarkan diri untuk memanfaatkan fasilitas tersebut hingga saat ini, baik untuk pemberangkatan pada 3 September 2010 dengan KM Ferindo V maupun untuk tanggal 7 September dengan KM Ganda Dewata.

Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Direktorat Jenderal perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Leon Muhammad mengatakan, menurut informasi yang diterimanya dari operator yang memfasilitasi angkutan khusus tersebut, baik itu PT Pelni maupun PT ASDP Indonesia Ferry, hingga sehari sebelum jadwal pemberangkatan pertama 3 September 2010, belum satu pun masyarakat yang mendaftarkan diri.

”Animo calon pemudik terhadap fasilitas ini masih sangat rendah. Mungkin karena layanan ini masih sangat baru, masyarakat masih belum mau berspekulasi terutama soal waktu. Mereka masih menganggap naik motor langsung ke kampung halaman mereka jauh lebih menguntungkan karena bisa lebih cepat dan murah, padahal hitung-hitungan tersebut salah besar,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/9).

Leon mengatakan, jika ditilik dari faktor keselamatan, sesungguhnya melakukan mudik dengan menggunakan sepeda motor akan jauh lebih berisiko dari pada menggunakan kapal laut. ”Dari sisi kenyamanan juga jauh. Bayangkan, cuma dengan Rp 300 ribu ke Semarang dan Rp 400 ribu ke Surabaya, pemudik sudah bisa duduk santai di kapal dan dikasih makan tiga kali. Sudah begitu, dapat bensin pula. Kalau naik motor, sudah kehujanan, kepanasan, belum macet dan risiko celaka lebih besar,” katanya.

Leon berharap, animo masyarakat akan berubah menjelang waktu pemberangkatan kedua pada 7 September mendatang, yang akan difasilitasi KM Ganda Dewata milik PT Pelni. ”Kita tunggu saja dengan terus membuka pendaftaran. Kalau memang hingga saat itu tidak ada yang mendaftar, atau jumlahnya sangat sedikit, maka pemberangkatan akan kita batalkan. Kita tidak akan memaksakan hanya untuk memberangkatkan beberapa penumpang saja, karena itu tidak akan sebanding dengan biaya operasional kapal yang harus dikeluarkan,” jelasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyediakan dua unit kapal yang berkapasitas angkut masing-masing 1000 unit sepeda motor untuk melayani rute  pelayaran dari Tanjung Priok (Jakarta) menuju Tanjung Emas (Semarang) dan Tanjung Perak (Surabaya). Kedua kapal itu adalah KMP Ferindo V, kapal ro-ro milik PT ASDP Indonesia Ferry dan KM Ganda Dewata yang dioperasikan PT Pelni. Ferindo V dijadwalkan berangkat pada H-7 Lebaran atau 3  September 2010, dan Ganda Dewata pada 7 September 2010 (H-3). Sedangkan besaran tarif yang dipatok sebesar Rp 300 ribu per unit sepeda motor dengan dua penumpang tujuan  Semarang dan Rp 400 ribu untuk tujuan Surabaya. (DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi