Pada jalur internasional, penurunan jumlah penumpang terbesar sepanjang Januari-September 2008 adalah Bandara Juanda-Surabaya (9,73 persen). Namun, di Bandara Polonia-Medan, kuantitas penumpang luar negeri meningkat sebesar 0,27 persen. Pada periode tersebut, Bandara Ngurah Rai, Bali, yang mencatat pengangkutan sebanyak 192,7 ribu orang atau 30,99 persen dari total penumpang, menyumbangkan penurunan 9,15 persen. Sedangkan Bandara Soekarno-Hatta, dengan capaian 318,1 ribu orang atau 51,16 persen dari total penumpang, menyumbang penurunan sebesar 3,25 persen.
Sementara pada September 2008, jumlah penumpang domestik yang diangkut mencapai 2,08 juta orang, atau mengalami penurunan sebesar 25,52 persen dari Agustus 2008. Demikian pula halnya pada jalur penerbangan internasional. Sepanjang September, sebanyak penumpang di rute luar negeri sebanyak 621,7 ribu orang atau turun 7,56 persen. Dirinci BPS, penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Ngurah Rai-Bali (39,67 persen), Hasanuddin-Makasar (28,07 persen), Juanda-Surabaya (25,79 persen), Polonia-Medan (23,88 persen), dan Soekarno-Hatta (22,94 persen).
Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara terbesar yang memberangkatkan penumpang domestik. Sebanyak 806,8 ribu orang atau 38,84 persen dari total penumpang domestik yang diangkut merupakan kontribusi bandara yang berada di Cengkareng, Banten, ini. Sumbangan jumlah penumpang terbesar kedua berasal dari Bandara Juanda-Surabaya, yaitu sebanyak 221,8 ribu orang atau 10,68 persen. (DIP)








(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.
JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.