Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  TERMINAL 3 BANDARA SOETTA AKAN DIOPERASIKAN APRIL 2009 Print
TERMINAL 3 BANDARA SOETTA AKAN DIOPERASIKAN APRIL 2009

Desain terminal yang menelan biaya pembangunan di atas Rp 300 miliar ini memang sangat berbeda dengan terminal 1 dan 2. Baik tampilan eksteriror maupun interior, tak sedikit pun mengadopsi konsep terminal terdahulu. ”Konsep open space-nya bagus,” lanjut Menhub.

Menurut Dirut PT Angkasa Pura II Edhie Haryoto progres pembangunan Terminal 3 saat ini telah mencapai 99 persen. ” Pengoperasian perdana 6 April nanti sekaligus soft opening, yang juga dalam rangka sosialisasi. Grand opening-nya sekitar dua minggu kemudian. Saat ini kita hanya melakukan finishing sambil menunggu sertifikasi pengoperasian dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” jelas Direktur Utama PT Angkasa Pura II Edie Haryoto saat medampingi kunjungan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal. Dia menambahkan, menurut rencana, peresmian pada acara grand opening nanti akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dipaparkan Edie, sedianya terminal baru ini akan digunakan untuk melayani penerbangan dua maskapai LCC, yaitu Mandala Airlines dan Indonesia AirAsia. Bila digabungkan, jumlah penumpang kedua maskapai yang saat ini beroperasi di Terminal 1C itu sesuai dengan kapasitas Pier 1 Teminal 3 tersebut.

”Setelah mereka pindah, Terminal 1C yang kosong akan segera kita renovasi. Setelah renovasi selesai, kita geser maskapai yang di terminal 1B menempati 1C. Selanjutnya, 1B akan kita renovasi juga. Terus berturut seperti itu sampai proses pembenahan untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap penumpang ini selesai,” papar Edie.

Tak hanya konsep bangunan, sistem pengaturan arus penumpang datang dan berangkat serta kendaraan pengantar maupun penjemput di terminal baru juga akan diubah. Bahkan, menurut Menhub, para penumpang terminal ini akan diarahkan untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi. Meskipun di area itu pihak bandara menyediakan area parkir berkapasitas 450 kendaraan roda empat.

”Kita akan maksimalisasikan penggunaan angkutan umum. Karena nantinya, terminal ini akan terintegrasi dengan stasiun kereta api khusus, shuttle bus dan jenis angkutan umum darat lainnya. Dengan adanya fasilitas-faslitas itu, kita harapkan tidak ada lagi yang pakai kendaraan pribadi,” ujar Menhub. (DIP)

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi