Berita  Direktorat Jenderal Perhubungan Udara  DEPHUB: PESAWAT BATAVIA DI NGURAH RAI TIDAK BERMASALAH Print
DEPHUB: PESAWAT BATAVIA DI NGURAH RAI TIDAK BERMASALAH

(Jakarta, 03/12/09) Departemen Perhubungan menegaskan bahwa pesawat Batavia PK-YVR dengan nomor penerbangan FL-742 tidak mengalami permasalahan teknis apa pun di Bandara Ngurah Rai, Bali, yang pada akhirnya membuat seluruh penumpangnya panik keluar pesawat. Kepanikan yang terjadi hingga membuat beberapa penumpang terluka itu, dipicu oleh ketidakfahaman penumpang tentang perilaku mesin pesawat yang baru saja dihidupkan.


”Kepanikan penumpang terjadi akibat ketidakfahaman mereka, sampai-sampai ada beberapa orang nekat melompat dari kabin pesawat dan terluka. Seharusnya itu tidak perlu terjadi, karena pesawat tidak kenapa-apa,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Bambang S Ervan di Jakarta, Kamis petang, WIB.


Dijelaskan Bambang, peristiwa itu berawal ketika pesawat yang melakuan Remind On Night (RON) atau menginap di Bandara Ngurah Rai pada Rabu (2/12) malam karena batal meneruskan penerbangannya ke Bandara El Tari, Kupang, yang ditutup setelah pesawat Merpati melakukan pendaratan darurat di sana.


Keesokan harinya, Kamis (3/12) pukul 11.45 WITA, pesawat Boeing 737-400 beregistrasi PK-YVR yang membawa 148 penumpang dan enam awak kabin itu berniat terbang kembali menuju Jakarta. Ketika Kholil Arief, pilot pesawat tersebut menghidupkan mesin pesawat, penumpang seketika panik setelah melihat percikan api dan kepulan asap keluar dari mesin sebelah kiri.


”Padahal percikan api dan asap yang dilihat itu bukan karena mesin pesawat yang rusak dan terbakar. Itu hal lumrah yang sering terjadi saat penghidupan awal, di mana proses pembakaran bahan bakar yang masih belum sempurna setelah mesin pesawat mati semalaman. Tapi karena tidak tahu, penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan membuka pintu darurat pesawat,” jelas Bambang.


Menurut Bambang, sebenarnya awak kabin telah berupaya menjelaskan kondisi tersebut. Namun kepanikan penumpang telah tak terkendali. Bahkan beberapa di antara penumpang tersebut yang nekat terjun dari pintu dan jendela darurat sebelum karet seluncur penyelamatan terbuka sempurna.


”Menurut informasi ada beberapa penumpang yang terluka karena insiden ini dan harus menjalani perawatan,” imbuh Bambang. Dia menambahkan, hingga saat ini pesawat masih di-grounded hingga perbaikan terhadap piintu-pintu darurat itu selesai dilakukan dan pesawat diizinkan kembali untuk beroperasi. (DIP)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
DIBUTUHKAN RP. 117 TRILIUN KEMBANGKAN PELABUHAN DI INDONESIA

(Jakarta, 8/2/2012) Dalam rangka penguatan konektivitas nasional yang tertuang dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di 6 koridor, dibutuhkan 117 triliun rupiah untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya
KAPAL PERINTIS DAN PENYEBERANGAN TERUS DITAMBAH

JAYAPURA (07/02/2012) Pemerintah secara bertahap akan menambah kapal-kapal perintis maupun kapal ro-ro khususnya di kawasan timur Indonesia. Penambahan kapal harus segera dilakukan untuk mempercepat Round Trip dalam satu lintasan.

Baca Selengkapnya
PERISTIWA PENANGKAPAN PILOT DI SURABAYA, TINDAK LANJUT KERJASAMA KEMENHUB DAN BNN

(Jakarta, 6/2/2012) Peristiwa ditangkapnya pilot Lion Air di Surabaya oleh BNN beberapa waktu lalu merupakan tindak lanjut dari kerjasama Kemenhub dan BNN dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan dan pencegahan penyebaran narkoba di sektor transportasi.

Baca Selengkapnya
2012, ANGGARAN OPERASIONAL PENYEBERANGAN PERINTIS DIALOKASIKAN 140 M

(Manokwari, 05/02/2012) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tahun 2012 ini mengalokasikan subsidi operasional untuk kapal penyebrangan sekitar Rp 140 miliar. Sementara itu untuk pembangunan 5 buah kapal disiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar.

 

Baca Selengkapnya
KEMENHUB SERAHKAN KMP NAPAN WAINAMI DAN KM SABUK NUSANTARA 32 DI MANOKWARI

(Manokwari, 06/02/2012)  Menteri Perhubungan EE Mangindaan meresmikan pengoperasian KMP Napan Wainami dan KM Sabuk Nusantara 32 di Pelabuhan Manokwari. KM Napan Wainami merupakan kapal penyebrangan yang akan melayani pelabuhan Manokwari-Wasior dan berakhir di Nabire. Waktu tempuh Manokwari-Wasior sekitar 11-12 jam sedangkan waktu tempuh Wasior-Nabire 13-14 jam dengan kecepatan rata-rata 11 knot/jam

Baca Selengkapnya
Liputan Khusus
Transportation News Bite
MATRIK MINITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 31 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 31 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 27 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 27 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 26 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 26 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 25 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 25 Januari 2011

MATRIK MONITORING PEMBERITAAN SEKTOR TRANSPORTASI TGL 24 JANUARI 2011

Matrik pemberitaan sektor transportasi yang dirilis dari media elektronik dan cetak pada 24 Januari 2011

Kolom Redaksi