(Pekanbaru 30/12/09) Dari hasil pemantauan yang dilakukan sejak 20 Desember 2010, tidak terjadi kenaikan penumpang yang berarti di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Hal tersebut disampaikan Joko Sudarmanto Kepala Divisi Operasi PT. Angkasa Pura II Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru kepada www.dephub.go.id ketika ditemui diruang kerjanya 30 Desember 2009 lalu.
Menurut Joko, pada hari-hari biasa total penumpang yang berangkat mencapai 5.000-6.000 orang, tapi menjelang Natal total penumpang naik menjadi 6.200 orang. Mengingat tidak ada kenaikan penumpang yang berarti pada rute regular, tidak ada penambahan jadwal pesawat yang diberangkatkan dari Pekanbaru selama masa angkutan Natal hingga menjelang tahun baru. Arus penumpang masih dapat diangkut dengan armada berjadwal yang ada yang apabila seluruh penerbangan berjadwal beroperasi dapat mengangkut 6.300 orang.
Meskipun demikian Joko menjelaskan untuk menghadapi peringatan Natal dan Tahun Baru 2010 ini, di Bandara Sultan Syarif Kasim II tetap dibentuk posko dan melakukan pengecekan terhadap seluruh fasilitas keselamatan penerbangan. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar pelayan angkutan udara menjelang Natal dan memasuki Tahun Baru 2010. Kenaikan arus penumpang tahun ini dinilai tidak menghawatirkan karena jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya arus penumpang tersebut hanya mengalami kenaikan 6%. (SG)
- Sampaikan pengaduan anda ke nomor : 0813-111111-05. Akses portal Kemenhub melalui perangkat mobile ketik : http://m.dephub.go.id. Utamakan Keselamatan Dalam Penyelenggaraan Transportasi. Keselamatan Jalan Tanggung Jawab Kita Bersama. Ciptakan Keselamatan, Kenyamanan Transportasi Yang Efektif Dan Efisien.
NATAL DAN AKHIR TAHUN , TIDAK TERJADI LONJAKAN PENUMPANG YANG BERARTI DI BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II
PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK, 31/12/2009. Dibaca sebanyak 3.172 kali.
Komentar Anda
Berita Terkait



Memanusiakan manusia. Ucapan itu disampaikan oleh Menteri Perhubungan EE Mangindaan, saat meresmikan KM Sabuk Nusantara 29 dan menyerahkan kapal tersebut kepada Pemerintah Daerah Propinsi Papua pada 7 Februari 2012 lalu.